#rawatgigiku Yang Makin Asik Dengan @ciptadentID

Saya (tadinya) bukan orang yang rajin sikat gigi malam-malam sebelum tidur. Selain karena suka kelupaan trus kalo udah selimutan jadinya suka lupa, saya juga suka makan ini itu sebelum menjelang tidur. Mohon jangan ditiru dua kebiasaan buruk ini : males sikat gigi dan suka ngemil menjelang tidur. Sejak punya anak, saya tentunya ingin menularkan kebiasaan baik pada anak saya dong ya. Jadilah saya mulai membiasakan diri untuk selalu sikat gigi menjelang tidur.

Menularkan kebiasaan ini tentu saja nggak gampang. Biyan masih suka males-malesan sikat gigi malam-malam dengan alasan udah enak bergelung di ranjang, atau alasan patennya adalah : dingin. Kebetulan rumah kami kan memang di sekitar utara kota Bandung, yang di malam hari dinginnya bukan main. Di sekolah Biyan selalu ada periksa gigi setiap enam bulan sekali, satu waktu kami mendapat laporan bahwa gigi Biyan ada yang bolong dan mesti segera ditambal. Wah wah, di umur Biyan yang waktu itu 6 tahun dan belum ada satu pun giginya yang tanggal, kita kaget juga mendengar kabar itu, sekaligus menyesal karena saya masih kurang bawel perihal sikat gigi sebelum tidur. Setelah urusan tambah menambal gigi ini beres, Biyan baru sadar pentingnya sikat gigi malam sebelum tidur.

Sejak itu saya jadi rajin cari-cari info soal merawat gigi. Salah satu sumber saya dalam mencari informasi adalah rawatgigiku.co.id. Website ini cocok banget buat ibu muda seperti saya yang ‘haus’ informasi soal kesehatan seperti saya. Disitu kamu bisa konsultasi langsung dengan ahli gigi, banyak FAQ (Frequently Asked Questions) yang menjawab pertanyaan-pertanyaan kita, bisa juga menyimak tips merawat gigi yang paling update. Berhubung anaknya juga sekarang lagi seneng buka-buka website dan mulai pinter googling-googling, saya suka mengajak Biyan untuk ‘ngacak-ngacak’ website ini. Biyan sih seneng karena banyak hal baru yang dia dapet. Saya seneng karena jaman sekarang ngajarin anak tambah mudah.

Dari saya kecil dulu, Ciptadent memang selalu jadi pilihan keluarga di rumah, juga ketika saya punya keluarga sendiri. Kalau dihitung-hitung berarti sudah lebih dari 25 tahun ya. Belakangan saya tambah suka pake Ciptadent karena mereka kan muncul dengan ‘wajah baru’ dengan teknologi dari Jepang. Tau dong Jepang, urusan teknologi paling maju, juga perihal perawatan gigi. Dua faktor ini digabungkan, bam! Teknologi perawatan gigi yang canggih punya, dari sisi pasta gigi maupun sikat giginya.

Untuk pasta gigi, favorit saya ini nih, :

Ciptadent Maxi White

Ciptadent Maxi White

Sementara untuk sikat gigi, favorit saya :

Flexi Clean

Flexi Clean

Saya suka Maxi White karena bikin gigi putih sexy dan sikat gigi flexi clean ini bisa membersihkan gigi sampe ke ujung2 tanpa melukai gusi, ujung kepala sikatnya ramping banget, suka deh.

Sebagai pelanggan setia Ciptadent, seneng banget kemaren dapet kiriman hampers Ciptadent, asli ga usah belanja keperluan merawat gigi sampe berbulan-bulan ke depan ini sih.

Hampers bikin happy

Hampers bikin happy

Thank you ya Ciptadent :)

Leave a comment

Filed under Kesehatan, Saya, Saya, dan Saya

Perihal Memaafkan

Sampai umur saya 20an dulu, saya masih takut deket deket kuda, karena sejak saya kecil, mama saya selalu bilang jangan berdiri sebelah kuda, nanti ditendang. Waktu saya bilang alasan saya nggak mau berdiri sebelah kuda karena takut ditendang, (mantan) pacar saya ketawa keras. Katanya, kuda itu nggak bakalan bisa nendang ke samping karena engsel kakinya cuma bisa memungkinkan gerakan ke depan dan ke belakang. Damn. Bener juga. 20 tahun hidup saya hidup dalam kebohongan, untung cuma urusan tendangan kuda, bukan urusan-urusan lain yang lebih penting.

Hari ini saya mendapati satu hal lain dimana seumur hidup ini saya merasa dibohongi. Kalau urusan kuda cuma 20 tahun, maka urusan yang satu ini memakan waktu 35 tahun lebih dan baru saya sadari sekarang. Perihal memaafkan.

Seumur hidup saya selalu mendengar tentang pentingnya memaafkan. Baru kali ini saya berpikir sebenernya kenapa sih kita harus memaafkan? Karena agama bilang begitu. Kalau begitu sejak saya memutuskan untuk tidak lagi beragama, saya nggak perlu memaafkan dong? Tapi tunggu, jangan bawa-bawa agama dalam hal ini. Bisa panjang urusannya. Kita bicara dari sisi hati saja.

Kamu pasti sering mendengar “memaafkan bukan berarti melupakan”, “memaafkan itu gampang melupakan itu yang susah”. Hari ini saya tau bahwa memaafkan itu ternyata sesulit melupakan. Kata siapa memaafkan itu gampang. Kecuali kalau maaf yang kamu maksud cuma urusan di mulut aja, itu lain lagi. Saya lagi ngomong soal maaf yang lain, maaf yang datang dari hati yang beneran tulus, maaf yang menghentikan semua pertengkaran yang pernah terjadi. Yang justru terjadi adalah kamu pikir kamu sudah memaafkan, nyatanya tidak. Tidak atau belum memaafkan, antara itu dua lah pokoknya.

Saking sering dicekokin pelajaran moral soal memaafkan, kita jadi lupa bahwa maaf adalah sepenuhnya hak kita. Nggak ada satupun orang yang bisa memaksa kita perihal memaafkan. Pendek kata, “mau gw maafin, mau engga, ya hak gw dong”. Saya bilang ini hak kita karena sebagai ‘korban’ perlakuan yang nggak menyenangkan, kita menanggung rasa yang nggak enak. Apakah itu sakit hati, tersinggung, marah, you name it. Kita yang dirugikan kok kita yang harus berbesar hati memaafkan. Kalau kamu mau memaafkan, tentu lebih baik dibanding saya yang memutuskan untuk melupakan perihal memaafkan kemudian memutuskan untuk walk away dan berusaha melupakan apa yang sudah terjadi walaupun melupakan juga adalah satu hal yang tidak mungkin.

Pemikiran ini tentu saja sudah melewati tahap debat bersama seorang teman dekat yang ngotot bahwa memaafkan itu bagian penting dalam hidup dan harus dilakukan. Kalau nggak trus kenapa? – bukan Shasya kalau nggak nantang. Lalu temen saya yang setengah malaikat dan setengahnya lagi bodoh ini bilang, “tidak memaafkan itu menghalangi energi positif dari dalam diri sehingga bla bla bla bla….”.

Masa bodoh dengan energi positif yang tersumbat itu tadi. Kalau dengan tidak memaafkan membuat kamu merasa lebih baik, so what. Just walk away, do anything that will make you feel better. Thats what life is about.

Postingan yang terdengar angkuh sekali, memang.

16 Comments

Filed under dan Saya, Saya

Memori Kurang Ajar

Dimana kamu satu minggu lalu?

Satu bulan lalu?

Satu tahun lalu?

Pertanyaan ini memang tidak akan ada habisnya kalau ditanyain terus. Saya sebagai mahluk melankolis romantis ini adalah korbannya. Untuk hal-hal indah yang pernah terjadi dalam hidup saya, saya bahkan ingat detail sampai memori soal baju apa yang saya pake saat itu. Apalagi urusan sepatu, inget banget kapan pake apa.

Sayangnya yang namanya memori yang datang nggak melulu soal yang bagus-bagus. Di beberapa hari dan tanggal tertentu mood saya suka mendadak berantakan tanpa bisa dikontrol. Padahal saya selalu survive yang namanya PMS. Dikontrol hormon sih kagak, yang ada dikontrol kenangan.

Jeleknya lagi, kenangan buruk muncul nggak cuma soal waktu. Jalan yang kita lewatin pas kita nerima berita jelek, foto-foto yang bermunculan di gallery handphone, atau foto yang muncul di berita, bahkan di twitpic, film yang bersetting di tempat yang kita nggak pernah mau kunjungi lagi saking buruknya kejadian yang pernah terjadi disana, lagu yang mengingatkan kita waktu kita lagi susah hati. Banyak, masih banyak yang mungkin membawa kenangan jelek dan membuat hati kita nggak beres dalam hitungan sekejap dua kejap.

Natal nggak pernah sama lagi untuk saya sejak ayah saya meninggal 2 hari setelah hari Natal 3 tahun lalu. Beberapa tempat cantik yang pernah saya datangi malah membuat trauma-trauma ga jelas. Salah satu jalan yang pernah saya lewati sambil dapet kabar ga enak adalah jalan yang setiap hari saya lewatin untuk pulang ke rumah. Apakah dengan saking seringnya saya lewat jalan itu kemudian lama-lama jadi kebas? Nggak juga tuh, sudah 3 bulan berlalu tapi sakitnya masih sama-sama aja.

Belum lagi beberapa orang yang tanpa sengaja selalu mengingatkan kita sama orang-orang yang justru mau kita lupain. Rasanya seperti dikepung kenangan. Sayangnya kenangannya buruk.

Lalu mau sampe kapan begini-begini terus? Karena ternyata melupakan bukan satu pilihan. Sepengen-pengennya kita melupakan satu hal buruk, belum tentu bisa. Yang ada semakin lama rasanya semakin ngeselin. Jadi kelihatannya kita tunggu saja sampai memori ini berhenti kurang ajar ya.

5 Comments

Filed under Saya, Saya, dan Saya

Yang Namanya Patah Hati

Kalau hati sudah diserahterimakan apakah kita masih disebut korban ketika dia kemudian berkeping-keping?

2 Comments

Filed under Saya, Saya, dan Saya

Tabula Rasa & Keheningannya

('minjem' dari 21Cineplex.com)

(‘minjem’ dari 21Cineplex.com)

Menyenangkan menonton film Indonesia belakangan ini. Kita tidak lagi dipaksa melihat akting pas-pasan seperti dulu. Akting yang bahkan kalau kita lihat di sinetron aja rasanya pengen banting tivi itu lho. Udah ga ada cin, yang main film sekarang canggih-canggih, mainnya natural, ngomongnya natural, kadang-kadang bikin kita lupa kalau kita lagi nonton film.

Semalam, atas saran seorang teman *melirik tajam pada yang bersangkutan*, saya pergi nonton Tabula Rasa. Saya suka nonton bioskop, tapi bukan penggemar berat. Meluangkan waktu 2 jam di bioskop untuk saya harus selalu ada alasan kuat. Banyak yang bilang, ini film tentang makanan, mungkin itu sebabnya si kawan, kita sebut saja namanya Nauval Yazid meminta saya nonton film ini. Toh semua tau saya emang tukang makan kan? Kan.

Di 30 menit pertama (dah hampir di 75 menit selanjutnya), alur film ini bergerak lambat. Bercerita soal Hans, si pemuda Papua yang merantau ke Jakarta demi mewujudkan cita-citanya menjadi seorang pemain bola. Dalam rangka membuat cerita menjadi menarik, tentu saja cita-cita ini kandas di tengah jalan. Hans diperankan dengan asik oleh Jimmy Kobogau. Pendatang baru atau bukan, saya kurang tau. Aktingnya saya bilang asik karena di saat yang bersamaan saya bisa ngerasain kasian sekaligus sebel sama tokoh Hans.

Setelah disuguhi beberapa adegan menggambarkan betapa sulitnya usaha Hans untuk bertahan hidup di Jakarta, maka kita akan bertemu dengan tokoh-tokoh lain di film ini. Ada Dewi Irawan yang berperan sebagai Mak, dan 2 pria lain yang kalau kamu pengen tau namanya bisa cek disini aja.

Sebelum nonton tentu saja kita sudah mendengar garis besar film ini : seorang pemuda papua yang gagal mewujudkan mimpinya, malah kemudian jadi tukang masak di sebuah tempat masakan Padang. Yang aneh apa? Satu, tadinya dia pemain bola, kedua dia bukan orang Padang. Tapi justru setelah dia yang masak, kedai itu jadi ramai lagi setelah sebelumnya sepi pengunjung. Jadi cerita yang menarik kan dengan dua keanehan ini? Iya harusnya sih.

Kalau kamu nggak suka kekerasan, kamu mungkin akan suka film ini. Pasalnya, setiap ada konflik, redanya selalu cepat. Konflik digambarkan dengan debat sejenak, kemudian adem lagi. Kalau saya nggak salah, mungkin ada 5-6 kali adegan semacam ini. Cocok buat kamu yang nggak suka liat orang berantem. Pada ademnya cepet cin. Temen nonton saya semalam bilang “filmnya hening ya”. Dan saya pun angguk-angguk setuju.

Balik ke soal ‘film ini soal makanan’. Saya agak berharap banyak sih, berharap lebih banyak adegan dan dialog yang menggambarkan betapa pentingnya rasa makanan bagi lidah orang. Saya juga berharap banyak filosofi yang diangkat makanan itu sendiri. Tentu saya juga berharap banyak adegan yang secara visual menggambarkan Masakan Padang dari proses sampai jadi dihidangkan di atas meja. Bukannya nggak ada sih, ada kok visual gimana proses masak ini dilakukan di dapur, walaupun didominasi oleh proses menumbuk cabe dan bawang yang kemudian saya bayangkan ditambah terasi kemudian jadi sambel khas masakan Sunda. Kamu juga mungkin akan jadi pengen makan Rendang setelah berulang kali melihat Hans mengaduk santan di kuali besar dengan api dari kayu, bukan dari gas karena masak Rendang itu apinya harus kecil dan mengaduknya harus sabar dan pas.

Konflik terbesar di film ini mungkin ketika Mak tiba-tiba sakit dan masuk rumah sakit sehingga Hans harus masak sendiri di dapur. Tentu saja masakannya seenak masakan Mak, namanya juga pemeran utama, harus jagoan. Tidak lama kemudian, Mak keluar dari rumah sakit dengan jalan sedikit pincang, lalu kemudian masalah selesai.

Bagaimana dengan masalah si Hans sendiri? Apakah akhirnya dia jadi pemain bola seperti cita-cita awalnya? Atau kemudian dia jadi juru masak Masakan Padang ternama? Atau kemudian dia pulang kampung halaman dan buka restoran Padang disana dan kemudian sukses? Kalau mau tau ya kamu harus nonton sendiri.

Oya, satu hal penting ketika nonton Tabula Rasa adalah ternyata Hot Peach Tea nya XXI enak ya, cobain deh. Pas sama dinginnya gedung bioskop, apalagi saya kelupaan bawa pashmina semalam.

7 Comments

Filed under dan Saya, Saya

Jangan Nolak Kalau Diajak ke Derawan

Bukan Shasya kalo postingannya ga terlambat. Kali ini cerita jalan-jalan ke Derawan kemarin. Sebelum meneruskan cerita, nanti saya dikasih tips apa kek gitu biar ga telat mulu nih postingannya, terutama postingan soal jalan-jalan karena ujung-ujungnya banyak yang udah lupa pas mau ditulis karena kelamaan.

Liburan Lebaran kemarin, seperti tiga per empat warga Path saya pergi liburan. Tumben karena biasanya saya nggak suka pergi saat Lebaran, biasanya tiket kemana-mana mahal, dimana-mana penuh. Tapi kali ini karena ajakan yang sudah saya ceritakan sebelumnya disini, maka pergilah saya ke Derawan.

Sebelum Derawan, tentu kita mampir dulu di Balikpapan kan. Tadinya sih mau langsung-langsung aja karena toh Balikpapan bukan tujuan utama, tapi kemudian tergoda dengan cerita enaknya Kepiting, maka kami memutuskan untuk stay 1 malam di Balikpapan, demi nyari makanan enak. Cerita soal enaknya makanan di Balikpapan udah saya ceritain lengkap disini . Ada Kepiting (tentunya), Bubur Samarinda, dan Soto Banjar yang kemudian jadi kesukaan saya.

Besok paginya kami terbang ke Berau dari airportnya Balikpapan yang cakep itu. Dan sampai Berau, juga terpesona sama airportnya yang lumayan keren buat ukuran kota sekecil itu. Kalau dibandingkan dengan airport di Bandung, duh :D.

Bandara di Berau

Bandara di Berau

Dari Berau kami menempuh 3 jam perjalanan pake mobil menuju dermaga sebelum menyeberang ke Derawan. Di tengah perjalanan sempat berhenti makan siang (yang agak telat) dan ternyata cuma satu-satunya tempat jualan makanan sepanjang perjalanan dari bandara ke dermaga.

Sampai di Derawan, jujur aja saya agak kaget. Tempatnya tidak seindah yang saya lihat di foto. Bahkan di pesisir pantainya banyak sampah, sayang banget, padahal lautnya biru banget dan adanya water cottage bikin pemandangannya makin asik.

Derawan

Derawan

Derawan sendiri buat saya hampir seperti Pangandaran dengan skala yang lebih kecil, di belakang pantai dan jejeran cottage, ada satu jalan utama yang penuh dengan yang jualan makanan, jualan baju, dan sewa sepeda. Makanannya asik-asik, banyaknya sih seafood tapi untuk yang alergi atau ngga suka seafood, banyak juga yang jualan Ayam, Gado-gado, sampai Indomie. Yang langsung jadi favorit saya adalah Jagung Bakar, tiap malem harus beli meskipun sebelumnya beres makan Seafood.

Pemukiman di belakang pantai Derawan

Pemukiman di belakang pantai Derawan

Naik sepeda keliling pulau adalah salah satu hiburan yang harus dikerjain selama di Derawan. Sewa sepeda 20ribu per 1,5 jam. Tadinya saya pikir kok mahal ya, mengingat di Gili Trawangan sewa sepeda seharian sampe besokannya aja cuma 35 ribu. Tapi mendapati Biyan kesenengan naik sepeda disana, 20 ribu rasanya oke-oke aja, ketambahan sepedanya banyak yang baru, so it was ok. Jadi inget setaun lalu waktu saya liburan berdua Biyan ke Penang, dia masih harus dibonceng bonceng sampai mamanya kecapean secara anaknya gendut kan yah. eh di Derawan kemarin dia kan sudah bisa naik sepeda sendiri, sepedaan berdua jadi makin seru :)

Kiri : Penang, Kanan : Derawan

Kiri : Penang, Kanan : Derawan

.

Hiburan lainnya di Derawan, tentu saja melihat penyu bertelur. Malam terakhir kami disana akhirnya berhasil nontonin satu ekor penyu yang lagi asik bertelur. Dalam semalam, penyu bisa bertelur sampai ratusan butir, telurnya ‘diamankan’ petugas konservasi biar ga menetas ga ketauan, lalu dimakan ikan atau binatang lain ketika tukik (anak penyu) mencoba balik ke laut.

.

Hiburan lain di Derawan? Tentu saja berjemur :)

IMG_7962

Ke Derawan tentunya tidak lengkap tanpa mengunjungi 3 pulau lain yang terkenal satu paket dengan Derawan itu : Sangalaki, Kakaban, dan Maratua. Oh ada tambahan satu lagi, Pulau Gusung yang kalau pas pasang dia menghilang alias terendam air laut. Masing-masing pulau cantiknya lain-lain. Liat deh cantiknya Sangalaki hari itu,

Di Sangalaki juga ada resort tempat menginap. kalau kamu lebih suka suasana yang lebih sepi, Sangalaki lebih cocok untuk bermalam dibanding Derawan. Kalau saya menemukan seekor penyu bertelur di Derawan, di Sangalaki katanya bisa ada 40 ekor penyu bertelur dalam satu malam. Saya sih kebayangnya kalau jalan bisa sampe kesandung2 kali ya. Selain jemur-jemuran asik, anak-anak kota ini kesenengan liat tukik yang baru pada menetas,
IMG_7636
Tukiknya memang lucu menggemaskan sih ya :)

(fotonya punya Diani)

(fotonya punya Diani)

Kemudian Kakaban, pulau yang jadi istimewa karena di tengahnya ada danau dimana ada jellyfish yang karena tidak beracun maka bisa diajak berenang-renang. Lucunya, pas nyebur sih ngejar2 ubur-ubur, tapi pas mereka nempel di kaki trus malah kaget. Banyak yang nanya “jellyfish nya susah dicari ga? banyak ga?”. Jellyfish nya banyak banget sampe nggak usah dicari! Ukurannya ada yang gede, ada yang kecil-kecil.

Yang harus dilakukan di Kakaban selain main sama jellyfish? Tentu saja motret jembatan dermaga yang fenomenal itu. (fenomenal dalam arti difoto dan diupload oleh semua orang :D)

IMG_7815

Tadinya sih dari Kakaban kita mau langsung ke Maratua tapi katanya ombaknya nggak memungkinkan jadi kita mampir sebentar di Pulau Gusung. Pulau ini sih nggak ada apa-apa, cuma asik aja buat foto-foto, tidur-tiduran, dan ngeliatin sunset.
IMG_7788
IMG_7793
IMG_7807

Untung masih punya satu hari untuk sengaja mengunjungi Maratua, yang ternyata adalah yang paling cantik diantara pulau-pulau yang lain. Ada resortnya juga kalau kamu mau nginep disini. Lain kali mungkin perlu dicoba sengaja nginep di Maratua, 2 hari aja. Asik juga kan kalau tiap bangun pagi pemandangannya kayak begini

IMG_7878
IMG_7875

Yang bisa dikerjain di Maratua selain foto-foto? Berjemur lagi tentunya :). Yang doyan snorkeling, juga bisa disini, beneran tinggal loncat aja dari dermaganya.

IMG_7902

IMG_7972

Berhubung perjalanan ini asik-asik aja alias banyak rencana yang muncul di tengah jalan, maka selain foto-foto dan menikmati Maratua Resort yang cakep itu, kita juga sewa mobil pick up dan kemudian menyusuri hutan menuju daerah Payung-Payung dimana udahnya kita nemu yang namanya Goa Jimangku. Duduk di pick up, makan nasi kotak sambil ketabok-tabok ranting pohon memang memberikan pengalaman tersendiri, asik banget. Sebelum sampe Goa Jimangku, kita jalan di pesisir pantai yang langitnya sebiru foto-foto yang biasa kamu liat di kartupos.

IMG_7932

Goa Jimangku kemudian ‘dinobatkan’ Biyan sebagai tempat paling asik selama jalan-jalan kemarin. Gimana ga asik kalau bisa berenang di laguna kayak gini,

IMG_8044
Untuk menambah kadar keasikannya, saya sempet loncat dari atas, mungkin jaraknya 6 meteran. Tadinya sempet ngeri sih, tapi ngebayangin nyeselnya kalo nggak loncat, ya loncat juga akhirnya. Oiya ini fotonya punya Diani juga.

Di perjalanan pulang menuju Maratua Island, saya mendapati pemandangan ini dari pick up yang melaju lumayan kencang

IMG_7942

Oya, di jalan menuju Maratua, boat sewaan kami sempet berhenti di tengah karena tiba-tiba banyak lumba-lumba bermunculan! Huah seru banget. Sebenernya saya lebih seru mengamati muka Biyan ketika lumba-lumba itu muncul. Dia teriak-teriak kesenengan, boat sampe mau oleng rasanya. Waktu dulu diajak liat lumba-lumba, manatee dan segala macem di River Safari Singapore rasanya nggak kayak begitu girangnya. Memang lain sih liat binatang di kebun binatang dan di habitat aslinya ya :)

IMG_8020

Biar postingan ini lebih berguna daripada sekedar bikin pengen ke Derawan dan pulau-pulau lain itu tadi, ini adalah beberapa tips alias #lifeguide kalau kamu berencana pergi kesana :

1. Kalau kamu nggak tahan laper atau bawa anak kecil, bawa bekal makanan (roti dll) di tasmu, karena di beberapa tempat kita bisa susah cari makanan.
2. Kalau kamu suka tempat yang rame dan cari apa-apa gampang, menginaplah di Derawan. Pilihan tempat nginepnya banyak macamnya, dari cottage sampai homestay, harganya tentu beragam juga.
3. Di Derawan nggak ada ATM (kecuali ATM Bank Kaltim), jadi bawalah uang yang cukup buat makan dan jajan-jajan disana
4. Harga baju di Derawan agak mahal dan kualitasnya biasa banget, jadi kalo ga kepaksa atau kepingin bawa buat suvenir, sebaiknya sih jangan beli disana.
5. Kalau males bawa toiletries, selama perlu yang standar-standar kayak sabun shampoo dll sih disana ada.
6. Kalau sewa boat sendiri (atau ikut tour), pastikan sudah pergi dari pagi, sayang waktu yang terbuang kalo saling tunggu-tunggu. Percayalan yang paling asik dari pergi ke Derawan adalah kegiatan Island Hoppingnya, pergi kesiangan artinya bisa-bisa kehilangan kesempatan mengunjungi pulau-pulau cantik di sekitar Derawan.
7. Pergi rame-rame tentu akan lebih ekonomis dibanding pergi sendiri, soalnya sewa boat sehari kan lumayan mahal, jadi mendingan bayar rame-rame toh?

Wuih, postingan blognya pake tips segala kayak udah ahli jalan-jalan aja :D.

3 Comments

Filed under Saya, Saya, dan Saya

Serunya Playdate bareng Johnson’s® Baby di Cihampelas Walk

Masih inget kan waktu saya sempat woro-woro soal adanya Playdate seru gelarannya Johnson’s Baby? Di Bandung, acara asik ini diadakan di CiWalk alias Cihampelas Walk. Salah satu tempat asik di Bandung untuk bawa anak-anak main, terutama kalau anakmu kayak anakku yang nggak bias diam itu. CiWalk kan luas, bias buat lari-lari. Asik deh. Makin asik ketika ada Playdate bikinan Johnson’s Baby kemarin-kemarin itu.

Sini deh intip keseruan yang terjadi disana,

0001

IMG_4792

Ada banyak permainan aktif yang sudah disediakan Johnson’s® baby, si kecil pasti seneng ;permainan tarik ember, lompat ban, melatih keseimbangan dengan papan, masuk labirin, tending-tendangan bola, terowongan hoopla, dan masih banyak permainan aktif lainnya. Seru banget liat anak-anak kecil berlompatan kesana kemari sambil ketawa-ketawa.

IMG_4783

Trus ibunya ngapain? Ibunya ikutan talkshow bersama para ahli dan praktisi mengenai tumbuhkembang anak di active corner dong, banyak pengetahuan yang dibagikan oleh para ahli dan praktisi untuk ibu-ibu yang hadir.

Eh ada juga booth buat story telling. Yang biasa bacain dongeng buat anaknya sebelum tidur, berkesempatan juga nyoba story telling di Active Playdatenya Johnson’s® baby, biara gak lain aja suasananya. Semua anak memang doyan dibacain ceritakanya, tapi taukah ibu-ibu kalau kegiatan membacakan cerita buat anak-anak ini, selain membuat mereka senang, ternyata juga melatih syaraf motoriknya? Drama di cerita yang dibacakan akan merangsang otot motorik mereka dan melatihnya untuk bekerja dengan lebih baik, demikian juga dengan gesture tubuh dan ekspresi wajah dan suara kita ketika sedang membacakan cerita. Membacakan dongeng atau story telling bias dibilang cara termudah untuk melatih syaraf motorik anak. Kegiatan Story Telling di Johnson’s Active PlayDate kemarin juga berhadiah menarik untuk 1000 pendaftar pertama yang kemudian mendapatkan tshirt lucu dari Johnson’s® baby untuk ibu dan si kecil. Seru amat sih udahnya kan bias seragaman.

Dan yang namanya anak-anak tentu saja senang disuguhin beginian, asli pada betah dan nggak mau keluar!
IMG_4807

Dan seperti yang pernah saya tulis disini : http://pashatama.wordpress.com/2014/05/28/keringetan-tapi-asik/, active play buat anak kan sangat penting. Johnson’s Baby tentu saja menyediakan arena bermain aktif buat anak yang bikin anak-anak tambah betah.

Bermain di ruangan terbuka sambil beraktivitas fisik seperti ini kan memang diperlukan buat anak-anak. Apalagi dilengkapi dengan fasilitas aman buat anak. Selain aktivitas fisik,di acara Playdate kemarin juga ada kegiatan games yang melibatkan anak dan orang tua. Selain seru-seruan bisa dapet hadiah, games seperti ini juga meningkatkan bonding antara orang tua dan anaknya.

IMG_4914

Dan coba intip keseruan lain yang terjadi di panggung Active Playdate kemarin :

Nah, acara Active Playdatenya kan udahan, tapi jangan lupa untuk selalu mengajak si kecil bermain aktif ya ibu-ibu, main di luar ruangan, melibatkan fisik, selain itung-itung olah raga, juga sebagai sarana bonding antara kita dan anak-anak. Apalagi untuk ibu-ibu bekerja (dan bergaul) seperti saya.

Memang sih problem bermain aktif di luar ruangan itu ya resikonya kan berkeringat, tapi kan sekarang ada Johnson’s® baby Active FreshTM Powder, yang justru akan bikin anak fresh ketika dia berkeringat. Saya udah coba pake buat Biyan secara liburan kemarin dia terus-terusan main di luar, ya main sepeda, ya lari-lari. Yang anaknya masih bayi, jangan khawatir karena Johnson’s® baby Active FreshTM Powder ini dibuat dengan standar klinis yang aman untuk kulit bayi.

Produk Johnson’s Baby kan sudah memenuhi standar Best For Baby, terbukti secara klinis memiliki kandungan lembut dan aman buat kulit bayi. Baru-baru ini Johnson’s Baby menciptakan Johnson’s® baby Active FreshTM Powder, yang menetralkan bau masam dan justru membuat si kecil segar dan wangi setiap kali dia berkeringat. Ketika dia semakin berkeringat, maka akan semakin wangi. INi disebabkan olehSulfur Malodor yang akan mengubah bau masam menjadi netral atau tidak berbau, lalu ada teknologi yang memungkinkan adanya pengapsulan butir-butir talc di dalam bedak. Nah, kapsul ini akan mengeluarkan wangi segar begitu kena keringat si kecil. Kecanggihan ini namanyaFragrance Technology + Encapsulation.

Jadi jangan lupa ya buibu, untuk selalu mengajak si kecil bermain aktif, kan sekarang keringetan bukan lagi masalah☺. Selain lebih sehat, anak-anak juga akan jadi lebih riang deh, buktiin sendiri.

1 Comment

Filed under Saya, Saya, dan Saya