Crop Foto Sana Sini

Saya penikmat foto-foto pemandangan yang indah indah. Pasti kamu juga. Yang paling sering sih foto sunset. Atau foto sunrise (note : saya sama sekali tidak punya foto sunrise karena nggak pernah bangun sepagi itu untuk mengejar terbitnya matahari). Oh atau foto pantai. Ini yang selalu bikin saya pingin pergi piknik. Apalagi foto sunset di pantai, sudahlah kelar.

Lalu berapa kali kamu jadi kepengen pergi hanya karena liat foto dari temenmu, atau liat di timeline twitter, atau di iklan majalah traveling, atau di Instagram, dan tentu saja di Path? Saya sih sering banget. Walau ujung-ujungnya belum tentu pergi ke tempat yang kita liat itu. Mlipir dikitlaaah, liatnya foto Lombok, perginya ke Pangandaran. Gitcu. Yang penting ada pantai, laut, dan kesempatan memotret sunset. Liatnya foto hijaunya sawah di Ubud, perginya ke Garut. Begitulah kira-kira.

Kemudian saya menemukan hal yang cukup lucu. Waktu saya pergi ke waduk Jati Luhur di Purwakarta kemudian naik perahu menyebrangi danau, saya sempat memotret potongan perahu dengan langit biru ditambah dengan visual gunung dari kejauhan, cakep deh, Ketika foto itu saya upload, temen-temen pada nanya karena dikira saya pergi jauh karena pemandangannya bagus. Waktu saya mengambil foto itu, saya padahal harus ngepas-pasin kamera henpon supaya gambarnya pas bagusnya. Bukannya apa-apa, namanya juga Danau ya, ujungnya ga seluas laut kan, dan di deket situ ada tempat makan terapung yang kalau masuk frame foto, enggak banget kelihatannya.

Waduk Jatiluhur

Waduk Jatiluhur

Kedua kali saya sempat memotret sunset di sekitar Pamanukan. Waktu itu jalanan super macet, bukan sekedar macet biasa, tapi truk dimana-mana mengepulkan asap yang nggak ada sedap-sedapnya, motor berdesakan mencoba mendapatkan jalan diantara mobil-mobil yang berjajar. Diantara pemandangan ga enak ini, matahari tetep asik aja menjelang sunset, saya mengarahkan henpon saya ke atas, hanya ada sedikit bagian dari truk di bagian depan mobil saya yang tertangkap kamera, edit dikit, crop crop, voila! foto sunsetnya bagus.

Kejadian memotret sunset atau pantai juga sama aja, kadang-kadang pantainya biasa aja, bahkan ada yang kotor. Ya bagian kotornya jangan ikut difoto la ya. Miringkan henpon sedikit juga ga kena. Orang yang liat fotonya pasti mikir memang beneran bagus aja pantainya. Baru baru ini saya dikirim foto Biyan yang lagi main di lapangan rumput kompleks Angkatan Darat dekat rumah ompungnya. Fotonya bagus banget, dan kesannya lagi dimana gitu. Padahal kalo langsung liat sih ya disituuuuu belakang rumah, yang tempatnya biasa-biasa aja, yang panas bukan kepalang itu. Tapi berhubung angle ambil fotonya bagus, ya baguslah hasilnya. Pernah juga foto-foto di kuburan, ternyata hasilnya malah bagus  :)))

Piknik di Kuburan

Piknik di Kuburan

Oh kadang-kadang ada juga keadaan begini, pantai lagi penuh-penuhnya, kalo difoto pasti ga bagus, palingan disangka lagi di Ancol. Triknya? Agak menjauh dari kerumunan orang, lalu tukang fotonya harus gesit, klik klik ambil foto saat ga ada orang melintas. Voila, hasilnya kayak lagi di private beach kan? Kejadian serupa saya alami waktu foto-fotoan di Wat Pho di Bangkok, kan tempatnya selalu penuh sesak tuh ya, sampe mau motret susah deh banyak orang dan mereka biasanya bergerombol gitu. Saya sempat ambil satu foto yang pas ga ada orang, sampe tau-tau ada temen nanya “kok bisa sih Wat Pho sepi?”.

Wat Pho

Wat Pho

Pernah juga saya pergi ke tempat yang beneran cantik pemandangannya, ke hampir setiap sudut mata saya memandang, nggak terlihat cacatnya. Pas difoto, hasilnya ternyata ga beda jauh sama yang perlu diedit dikit dan crop crop crop itu tadi.

Kemudian saya berpikir. Kayaknya hidup juga nggak pernah jauh-jauh dari yang kayak gitu ya. Kita menceritakan hal-hal yang menyenangkan yang terjadi pada kita sama teman-teman, mereka melihat betapa menyenangkan hidup yang kita jalani. Ada yang ikut seneng, ada juga kali yang udahnya jadi sirik. Tapi mungkin mereka nggak melihat ‘pemandangan’ jelek yang sempat kita crop sebelum kita ceritakan pada mereka. Ada air mata disana sini, ada susah hati yang cuma bikin malu kalo dikisahkan sama orang. Akhirnya cerita kita yang bagus aja yang muncul ke permukaan. Ada yang salah dengan itu? tentu saja enggak. Adalah pilihan kita kalau kemudian nggak mau menampilkan sisi buruk dari apa yang kita alami dalam hidup.

Saya pernah ditanya beberapa teman, katanya hidup saya nampak menyenangkan, nampak baik-baik aja, banyak jalan-jalan, banyak ngumpul-ngumpul sama teman. Saya cuma senyum aja waktu itu dan bilang “kalo bagian susah memang ga gw ceritain lah, ngapain, simpen sendiri, bagi ke teman saat ketemu di japri, bukan di tempat umum kayak Path atau Facebook”.

Ujung-ujungnya emang terserah sih, mau posting foto apa adanya, mau cerita soal hidup apa adanya, terserah kamu kok.

*kemudian kembali sibuk cropping foto*

Leave a comment

Filed under Saya, Saya, dan Saya

When You Love, You Love

Life is never about changing someone we love into a kind of person we want

Life is always about tolerating, accepting whom we love no matter they might be the contrary to the kind of person that we want them to be.

Expecting someone we love to change the way we want to be is the root of all misery.

And the failure of it is one full screaming hell.

 

But when we love, we love.

 

No matter how the hassle has driven us like crazy

No matter how many sacrifices we made in the name of love

When we love, we love

 

Love might be long lasting

Love might happen continually

But we might forget, love is also as weak as those leaves falling in fall

It may shine brightly like a sun in summer and provides you those jolly moments

It may drive you crazy like when you cant handle those windy days

It may be the reason why some rainy days are too shivery for you to handle

And when it happens, you know you gotta stop

4 Comments

Filed under Saya, Saya, dan Saya

Vandroid T3X, Mainan Baru dari @Advan_ID

Terakhir kali saya memakai tablet untuk keperluan sehari-hari adalah kira-kira 2,5 taun lalu. Keperluan sehari-hari ini maksudnya adalah cek Path, cek Twitter, kadang-kadang buka Facebook, bales-bales email yang masuk ke inbox, dan kadang-kadang main game. Waktu ganti laptop dengan laptop yang lumayan ringan, saya berhenti menggunakan tablet, soalnya repot cin bawa tablet iya, bawa laptop iya. Sementara ukuran mereka ga terlalu banyak beda, laptop saya 11″ dan tablet saya waktu itu 10″. Dari sisi berat juga ga banyak beda, akhirnya saya tinggalkanlah si tablet itu di rumah.

Sampai satu waktu saya menemukan si tablet dari Advan ini, disebutnya Vandroid. Tepatnya Vandroid T3X. Pertama kali tablet ini saya pegang, saya udah naksir sama bentuknya yang sleek, warna putihnya, beratnya yang bersahabat, dan terutama adalah ukurannya yang cukup banget di 8,9″. Kemudian tentu saja mulai saya install macam-macam aplikasi. Sebagai sosmed freak, yang pertama saya install adalah Twitter, Path, lanjut Facebook dan Instagram. Selama ini saya cukup puas menikmati foto-foto cantik di Instagram lewat henpon aja, pas liat di layar ukuran 8,9″ ini langsung tambah ‘whoah’ gitu.

Vandroid T3X

Vandroid T3X

Dari sektor dapur pacunya, Vandroid T3X dilengkapi prosesor QuadCore 1,5 GHz, dibekali RAM sebesar 1GB dan masih ditambah dengan fitur Anti Lag 3D Games serta V Color Engine yang membuat performanya cukup hebat untuk menjalankan game 3D. Cocok buat kamu yang doyan main games. *tunjuk hidungnya satu satu*

Berhubung saya doyannya foto-foto makananm saya cukup happy dengan kameranya yang 8MP ini, kamera depannya juga cukup bener buat dipake selfie-selfie an. Biar foto makin cakep hasilnya, ada fitur autofocus dan LED flash light kalau harus motret di ruangan yang kurang cahaya.

Sejak bawa bawa T3X kemana-mana, ada hobby lama saya yang muncul lagi : nonton sitcom!. Iya, dari dulu kan saya hobby nonton sitcom ya, tapi saya emang kurang seneng duduk depan tivi. Si T3X ini bener-bener solusi deh, karena tinggal masukin file sitcomnya ke memory card, kemudian saya bisa nonton dimana aja. Termasuk di toilet, beneran. Memory Internalnya ada 8GB, externalnya bisa diisi sampe 32GB. Sedap, cukup bener buat naro file-file sitcom kesayangan saya. Dari sisi layar, nonton di T3X bisa dibilang hampir sama-lah dengan nonton di TV. Layarnya Full HD
(1929×1200) dengan mengunakan layar berjenis LCD IPS (in Plane Switching). Makin anteng megang tablet buat nonton ini sih.

 

 

Fitur lain yang terdapat dalam Advan T3X ini adalah HDMI (bisa buat presentasi di kantor tinggal connect ke TV di ruang meeting, HA!), TV analog, Radio FM, Bluetooth v4.0, mini USB, Dual Sim GSM, dan Wi-Fi tentunya.

Dan kalau kamu mulai sebel dengan gadget yang gampang banget abis batrenya, T3X ini lumayan lho, bisa dipake seharian tanpa harus numpang ngecharge dimana-mana, batrenya Li-Ion 6000mAh soalnya.

IMG_6796

 

3 Comments

Filed under Saya, Saya, dan Saya

Octobuzz Invades Cirebon

Mau posting cerita jalan-jalan yang satu ini bimbangnya bukan main. Perihalnya begini, biasanya cerita jalan-jalan kan saya post di blog ini, cerita makannya baru saya post di surgamakan.com. Kan lagi musim spesialisasi, posting blog juga harus begitu dong. Nah, pas saya mau nulis soal jalan-jalan di Cirebon bareng team Octobuzz weekend kemarin, saya baru nyadar, lah ini jalan-jalannya isinya makan doang. Jadi entahlah sebaiknya diposting dimana cerita ini, disini apa di surgamakan.com. Mungkin kita posting di dua-duanya ajalah daripada bingung.

Jadiiiii, weekend kemarin saya bareng Biyan janjian ketemu di Cirebon bareng Bowo, Mas Rio, dan Paul. Saya dan Biyan naik kereta api dari Bandung, dan mereka naik kereta api di Jakarta. Nyampenya bareng, sekitaran jam 14.00. Ga pake nunggu lama, kami semua lompat ke mobil sewaan untung cari makan. Biyan sempet protes diajak makan karena dia sempet makan Nasi Ayam di kereta, tapi ternyata ga nolak dipesenin Sate Kambing, dan abis aja tuh nasi seporsi.

Invading Cirebon

Invading Cirebon

Eh cerita kereta dulu. Baru pertama kali naik kereta api ke Cirebon, perjalanan sekitar 4 jam. Lumayan nyaman karena ambil kereta eksekutif. Sebelumnya pernah ambil kelas bisnis kemana gitu, haduh kursinya aja nggak enak dipake duduk, jangan ngarep mau tidur. Harga tiket eksekutif 120rb per orang, dan untuk kelas bisnis sekitaran 60 ribu per orang. Nah kalo naik kereta dari Bandung ke Cirebon, pas di Cikampek kita akan ganti arah, jadi kursi di dalam kereta akan diputer supaya duduknya ga mundur (jadi inget pernah duduk mundur di dalam kereta perjalanan Butterworth-Kuala Lumpur selama 8 jam akhir taun lalu).

Begitu sampe Cirebon, kita langsung mengarah ke Pagongan, tempat ada Nasi Lengko enak, katanya. Eh ternyata beneran, enak banget. Saya sampe mikir, males ah makan Lengko di Bandung lagi, soalnya ga seenak yang kemarin.

Dari situ kita menuju ke Asinan Sinta, dimana katanya ada Es Duren enak, sambil beli oleh-oleh, sambil foto-fotoan, dan sambil ngikik ngikik ga jelas, seperti biasa.

Dan abis dari Sinta, kita masih ngejar makan

Mie Koclok

Mie Koclok

Nah kelar Mie Koclok ini akhirnya insaf, balik hotel dengan tujuan berenang. Dan ternyata tujuan berenang sendiri adalah biar cepet lapar, HA!

Berenang biar cepet laper

Berenang biar cepet laper

Abis berenang, kita langsung mandi dan menuju Seafood H Moel yang katanya berserakan di mana-mana. Baca : Cabangnya banyak. Sesuai saran orang hotel, kita ke yang cabang Cipto Mangunkusumo, dan pesen segala macem yang ada disitu. Dan Cirebon nampaknya surga buat orang yang doyan seafood (kayak kita) ya, seafood nya fresh, harganya mursid! Malam itu kita akhirnya makan Ikan Bawal Bakar, Udang Goreng Bakar Madu, Kepiting Hot Lady, Cumi Goreng Tepung plus Tumis Kangkung dan Kailan. Kirain ga bakal abis, ternyata da;am 30 menit kemudian, semua hilang tak bersisa *elus2 perut*. Kalo weekday socmed strategist, kalo weekend ngunyah strategist :D.

Besokannya kita bangun pagi, ga pake mandi (kecuali saya yang bangun kepagian), langsung ngibrit cari sarapan Nasi Jamblang di sekitar Pelabuhan. Yaampun deh enaknya pake banget. Dan makan nasi di atas daun jati memang selalu bikin tambah asik kan ya. Foto makanannya entar aja deh ya di surgamakan.com.

Dan akhirnya ada acara selain makaaaaaan : )). Ke Cirebon itu ya emang harus ke Batik Trusmi kan ya, masa engga :) . Dan belanja batik sama kolektor penggemar batik memang lebih seru dari biasanya. Biyan yang ga berkepentingan aja anteng banget! Keluar dari Trusmi tentu saja lapar dan nerusin makan sambil terus nganter saya dan Biyan ke stasiun karena jadwal pulang kami emang duluan.

Weekend yang menyenangkan memang selalu berlalu lebih cepat. Apalagi dilewati sama orang-orang yang seru, di tempat yang seru, ditemenin makanan yang seru juga. Janji jalan-jalan bareng ini sebenernya udah ada dari bulan Maret kemaren, tadinya sih mau ke Garut, eh kalau dadak-dadakan malah tau-tau kejadian.

Dan pergi bawa Biyan selalu ada cerita lucu yang bikin ngakak-ngakak. Misalnya seperti waktu kita diem di mobil dia mendadak “selama di Cirebon, paling enak makan seafood. Cupi Goreng Tepungnya paling enak sedunia”. Atau waktu moment #kemudianhening saat makan Empal Gentong tau-tau he came up with a million dollar questions “karena mama melahirkannya tidak normal, kan perutnya digunting. Kalau melahirkan normal, keluarnya dari mana?”. Yang lagi sibuk makan Empal Gentong mendadak sepi.

Biasanya, setiap pergi sama Biyan selalu aja ada hal yang bikin senewen, namanya juga anak-anak, kadang-kadang suka susah disuruh mandi, atau suka kesel di jalan jadi rewel, atau suka ngga mau nurutin itinerary yang kita susun. Eh kemarin pas pergi itu, si Biyan lagi manis-manisnya. Ga rewel, ga bawel, ga susah diajak kesana kemarin, bahkan nemenin mamanya belanja batik pake lama aja, dian anteng, ketawa2 muter2 ga jelas. Mungkin sih karena banyak yang nemenin. Di kolam renang, sampe keriput berdua ama Rio gara-gara kelamaan ga naek2. Di tempat batik cekikikan berdua sama Paul, di tempat makan seafood seru liat video penyu bertelur di henponnya Bowo.

Sudah kenyang (banget), mari kita pulang.

Sudah kenyang (banget), mari kita pulang.

Thank you Bowo, Mas Rio & Paul yang bikin weekendku dan Biyan seru kemarin :). Mwaks.

 

 

 

 

 

5 Comments

Filed under Saya, Saya, dan Saya

Seru-seruan bareng @NissanID dan @polimolidotcom di Anyer, Pssst Ada Joe Taslim! #JoeandJuke

Weekend saya kemaren nyenengin banget. Gimana nggak seneng, diajak sama Nissan Motor Indonesia dan Polimolidotcom liburan 2 hari ke Anyer dalam rangka gelaran #JoeandJuke. Sampe nggak inget kapan terakhir ke Anyer. Bahkan udah nggak inget gimana bentukannya Anyer. Apalagi jalan ke arah sananya, nggak ngerti blaaaassss. Tapi justru ini yang bikin perjalanan tambah seru.

Jalan-jalan kemarin  bukan sekedar jalan-jalan biasa, tapi jalan bareng 6 bloggers cewek kece yang bikin 2 hari di Anyer super menyenangkan. Yang istimewa, ada Joe Taslim ikut bareng rombongan kita. Bok, ga tiap hari yaaaa bisa liburan sama cowok ganteng begitu. Tapi yang paling asik adalah kita semua dikasi kesempatan untuk nyoba nyetir Nissan Juke dari Jakarta sampe Anyer dan balik lagi ke Jakarta! Yes, kamu ga salah baca, kita udah nyobain nyetir Nissan Juke yang ganteng itu selama weekend kemarin.

#JukeDefinitely

#JukeDefinitely

Pagi hari Jumat kemarin kita udah ngumpul di kantornya Nissan Motor Indonesia yang ada di sekitaran MT Haryono – Pancoran itu. Sebelum pergi, kita dikasi ‘perbekalan’ berupa product knowledge singkat sama Mas David dari Nissan.

Masnya ganteng, jangan salah fokus ya

Masnya ganteng, jangan salah fokus ya

Dari Mas David ini kita tau canggihnya Nissan Juke. Dari tarikannya yang tentu saja kenceng banget, automatic transmissionnya yang mulus, tombol-tombol di dashboardnya yang canggih tapi user friendly, dan juga dari sisi safetynya. Pertamanya agak khawatir nih, bisa nggak ya mengenali semua tombolnya dengan cepat, kan 10 menitan dari sini kita udah mau nyetir Nissan Juke ke luar kota aja. Pas sampe mobil, eh ternyata mudah kok, apa-apa emang harus dikerjain duluan jangan dipikir susahnya dulu *mulai curhat*.

Di sisi safety, Nissan Juke menggunakan prinsip “safety shield”, maksudnya Juke melindungi penumpang dan driver di dalam mobil dengan maksimal. Kalau sampe terjadi benturan atau tabrakan yang cukup keras *ketok meja tiga kali*, bagian depan Juke akan hancur tanpa ‘menembus’ bagian dalam mobil. Airbag yang tersedia untuk pengemudi dan penumpang depan akan keluar saat tabrakan keras terjadi.

Untuk ibu-ibu seperti saya yang suka belanja banyak (walau paling belanja beras dan air galon), bagasi Nissan Juke ini cociks banget, luas cin! Selain itu, ada ruang di bawah bagasi buat kita-kita yang bawa laptop kemana-mana tanpa harus khawatir laptop diambil orang karena tempatnya tersembunyi, ga pake keliatan kalo diintip dari jendela.

Kelar dengerin Mas David cerita soal Nissan Juke, kita siap-siap berangkat. Sebelum jalan ke Anyer, tentunya harus foto-foto dulu yes,

Off to Anyer !

Off to Anyer !

Perjalanan Jakarta-Anyer kemarin ditempuh dalam waktu 3 jam-an. Saya dan Nita yang nggak tau jalan ke Anyer ini aman-aman aja nyampe Anyer dengan selamat ternyata, berkat bantuan ngikutin satu mobil peserta konvoy di depan kita dan berlanjut dengan modal GPS waktu terpisah dari mobil barusan.

Duo maut yang nyampe Anyer ga pake nyasar, hore!

Duo maut yang nyampe Anyer ga pake nyasar, hore!

Dan yang dibilang Mas David di kantor Nissan ternyata bener, perpindahan transmisinya Juke mulus banget, nggak ada hentakan yang biasa terasa di mobil-mobil matic lainnya. Saya pertama nyetir matic di taun 1998 jaman kuliah dulu. Ya jelaslah terasa bedanya ya. Tapi dibanding mobil matic lain yang pernah saya coba belakangan juga Nissan Juke tetep paling mulus, ga kerasa tau-tau kita ada di kecepatan tinggi aja. Apalagi perjalanan kemarin kan tol terus ya.

Waktu pergi, kami pake fitur Eco, bisa dipilih di dashboardnya langsung, fitur ini sebenernya cocok dipake di saat jalan di dalam kota, dengan tidak mengurangi kemampuannya untuk bergerak dengan kecepatan lumayan, fitur ini membuat pembuangan Nissan Juke aman untuk lingkungan alias eco friendly. Di jalan pulang, saya dan Nita penasaran dengan fitur Sport nya. Bok!, lari di 150km/jam aja tanpa kerasa getaran apa-apa! Asli cakep nih fitur sportnya Nissan Juke. Dan yang membuat saya terkesan, perpindahan kecepatan ini sama sekali nggak terasa, mulus aja gitu, sampe pas liat speedometer kaget sendiri. Waktu harus ngerem mendadak juga, cengkraman rem nya terasa aman, rem bekerja cepat tanpa bikin mobil terhentak.

fotonya ngambil dari nissan.co.id nih

fotonya ngambil dari nissan.co.id nih

Di perjalanan menuju Anyer, pas sekitaran Krakatau Steel, kami nemuin jalan yang lumayan jelek plus berbatu batu pula. Justru bagus sih, karena kami jadi tau kalau Nissan Juke tetep ok dibawa di jalanan jelek, suspensinya aman nggak bikin mobil geredek geredek (bahasa pula ini)

Jalan yang geredek geredek itu

Jalan yang geredek geredek itu

Supaya navigator ga ngantuk, pas jalan pulang kami nonton sitcom Modern Family di mobil, buat ibu-ibu muda yang bawa anak, asik banget bisa nonton film di mobil kan, biar anaknya anteng dan ga nanya2 “are we there yet are we there yet” melulu. Tentunya perlu diingat, yang nyetir jangan kepengen ikutan nonton :D.

nonton asik di perjalanan pulang Anyer-Jakarta

atu pula. nonton asik di perjalanan pulang Anyer-Jakarta

Selama di Anyer, 6 blogger cw yang diundang Nissan Motor Indonesia dan Polimoli seru-seruan bareng Joe Taslim. Dari main games bareng, makan malem yang penuh obrolan intim *cailah*, sampe watersport yang bikin ga pengen udahan. Games yang dikerjain selama di Anyer juga bertaburan hadiah gitu, bikin makin seru aja. Gamesnya aja digelar di kebun hotel yang posisinya persis pinggir laut, sampe di dalem kolam renang. Gimana ga seru coba?

Seberapa seru sih? Sini intip fotonya deh

Ditutup makan siang bareng yang menunya aduhai sedap, akhirnya liburan bareng Nissan, Polimoli plus Joe Taslim ini udahan juga. Sampe sekarang masih belum bisa move on dari keriaan selama weekend kemaren, waktu ketawa-ketawa ngegosip sambil banana boat-an (iya, sempet), waktu cekakak cekikik selama game pake loncat-loncat segala, waktu ngegosip sambil menikmati kelapa muda di dalem kolam renang, dan tentunya waktu konvoy pulang ke Jakarta yang tambah seru karena semua peserta udah tambah akrab satu sama lain.

Thank you ya Nissan Motor Indonesia dan Polimoli, jangan lupa ajak-ajak kita lagi :). Yang pengen tau cerita lain dari keseruan #JoeandJuke, follow twitternya @nissanID dan @polimolidotcom di twitter deh.

Eh sebelum pulang tentu kita foto-foto lagi sama semua peserta liburan kemaren dong ya,

See you next time !

See you next time !

Thanks juga buat semua yang ikutan, kalian bikin weekend makin asik!

note : credit foto dari hampir semua peserta, trima kasih yaaa :*

9 Comments

Filed under Saya, Saya, dan Saya

Saya Mau ke Derawan, Kamu Mau Ikut?

Beberapa bulan yang lalu, teman saya, Penny sempet share satu link youtube. Biasanya saya males nih buka-buka link yang belum tau isinya apa. Tapi waktu itu saya tau Penny lagi liburan di satu tempat yang asik banget dan saya menikmati semua foto yang dia posting di Path.

Penasaran videonya tentang apa ?

Sini deh

Cakep kan? Musik di videonya pas banget lagi ya. Belakangan saya ‘kenalan’ sama yang bikin videonya, ternyata beliau adalah orang di balik belajardiving.com.

Derawan, nama yang agak terngiang-ngiang di telinga saya selama beberapa bulan terakhir. Pengen kesana, jelas tapi belum kebayang pergi sama siapa dan kemana aksesnya. Bisa aja sih googling, tapi berhubung memang belum ada rencana pasti, maka hasrat pengen ke Derawan ini terlupakan sejenak.

Lalu tau-tau ada mention di twitter, dari @FigihEqi. Katanya dia mau ngajak saya (dan Biyan) ke Derawan! Nggak cuma Derawan, tapi juga akan keliling-keliling 3 pulau cantik di sekitarnya : Maratua, Sangalaki, Kakaban, dan terakhir tambah Gusung.

Pucuk dicinta ulam tiba ini sih namanya. Sejak itu saya banyak browsing soal Derawan, dan tiap kelar browsing, saya rasanya tak sabar memutar jam biar waktu agak cepat bergerak menuju 1-3 Agustus, waktu saya (dan Biyan) akan berangkat ke Derawan.

Beberapa hari yang lalu, @FigihEqi sempet memberi semacam ‘kultwit’ tak resmi di timeline, tentu masih soal Derawan. Figih cerita soal penyu yang bertebaran di Derawan, bahkan katanya dari jendela cottage kita akan bisa liat penyu-penyu sebesar meja berkeliaran. Mau liat penyu berkeliaran sih gampang aja, asal bangun pagi karena aktivitas ini biasanya berlangsung dari subuh hingga pagi menjelang. *pasang alarm dari sekarang*

Yang paling menarik dari tawaran @FigihEqi tentu saja aktivitas island hoppingnya,  di Pulau Kakaban kita akan nemu satu danau yang tengahnya berisi ubur-ubur yang tidak beracun. Bisa berenang disitu cin! Dari sekarang saya udah bayangin ekspresi muka Biyan yang pasti keseruan berenang sama ubur-ubur. Katanya sih saking asiknya main sama ubur-ubur kita akan lupa kalau kita nggak bisa berenang. Semoga yang udah bisa berenang nggak jadi lupa caranya berenang aja sih.

Cantiknya Kakaban, difoto oleh @wowadit

Cantiknya Kakaban, difoto oleh @wowadit

 

Kakaban yang lagi cantik-cantiknya, foto oleh @wowadit

Kakaban yang lagi cantik-cantiknya, foto oleh @wowadit

Saya nggak sabar menginjak Maratua, yang katanya Maldives-nya Indonesia itu lho. Pengen buruan tiduran di bawah bintang, pengen ikutan mancing langsung dari dermaga cottage, pengen jemuran sampe bego, dan yang pasti pengen foto-foto tiada akhir!

Maratua Island

Maratua Island, fotonya kiriman @FiqihEgi

Berhubung ini opentrip, kamu juga bisa ikutan. Kalau kamu ada akun twitter, mention aja @FigihEqi untuk tanya-tanya ini itunya, kalau kamu ga punya akun twitter, email ajalah ke eqi_fiqih@yahoo.com. Dia bisa juga dihubungi di BB 25fd027c atau diteror di telpon 082336610151.

Oh ini ada beberapa foto kiriman @FigihEqi yang akan bikin kamu tambah pengen ikutan open trip ini :)

Harga paketnya sendiri Rp. 3.150.000, termasuk apa-apanya, kamu bisa simak di gambar di bawah ini. Yang jelas belum termasuk adalah tiket pp dari tempatmu ke Balikpapan. Beruntunglah kamu yang rumahnya nggak jauh-jauh dari Balikpapan, jadi lebih mudah aksesnya :)

Untitled-1000

Eh ternyata tulisannya lumayan kecil. Sini deh saya tulisin lagi ya :)

Jadi, harga Rp. 3.150.000 itu udah termasuk :

1. Ticket PP Balikpapan-Berau-Balikpapan

2. Mobil Bandara Berau-Pelabuhan PP

3. Makan

4. Speed boat untuk keliling pulau

5. Tour Maratua, Kakaban, Sangalaki dan Gusung

6. Welcome Drink

7. Ticket masuk pulau

8. Guide Assistance

9. Free snorkeling

10. Dan tentu saja, Water Cottage (1 kamar isi 2 orang).

Seperti biasa, yang tidak termasuk adalah : Pengeluaran pribadi, laundry dan any donation, juga local guide.

Kalau kamu punya anak kecil, ajak yuk, saya ngajak Biyan karena katanya Derawan menyenangkan dan aman buat anak kecil, puskesmas aja ada kok. Biyan sih nggak sabar pengen liat penyu bertelur katanya, sementara mamanya nggak sabar ngajak dia berenang sama ubur-ubur, yay!

YUK IKUT YUK ;)

oh by the way, thanks ajakannya, @FigihEqi, thanks foto2 cakepnya, @wowadit. Semoga dengan postingan ini duaduanya dapet pasangan, lagi pada single fighter, bukan?

 

11 Comments

Filed under Family, Saya, Saya, dan Saya

Keringetan Tapi Asik

Jadi ceritanya saya kan lagi seneng bawa Biyan main yang nggak ke mall. Bukan anti mall kok. Tukang (window) shopping kayak saya gimana bisa anti mall. Saya cuma mau Biyan lebih banyak bergerak. Karena begini, kalau di mall, aktivitas yang biasanya kita lakukan adalah makan, dan nongkrong. Diawali dengan makan berat, lalu cari coffee shop untuk nongkrong berduaan. Apa yang biasanya saya dan Biyan lakukan di coffee shop? Macam-macam, kadang-kadang saya buka laptop, dia mainan iPod. Kadang-kadang dia yang buka laptop, pasang earphone lalu ber youtube ria, sayanya baca buku. Bisa jadi juga, saya diem bengong, lalu Biyan keluarin buku gambarnya dan mulai menggambar. Sampai beberapa bulan lalu , ini adalah kegiatan favorit kami berdua. Sama-sama bisa ngerjain kesenengannya, dan saya bisa colongan me time dikit sementara Biyan juga asik dengan kegiatannya sendiri.

Tapi trus saya bosen. Masa sih tiap weekend itu terus yang dikerjain. Kegiatannya sama, cuma tempatnya aja beda-beda dikit, ga asik banget. Saya juga mulai merasa harus cari kegiatan lain saat saya merasa Biyan kok jarang aktivitas bergeraknya.

Akhirnya saya mulai browsing sana browsing sini, ngintip kegiatan apa yang kira-kira bisa dilakukan bersama, bukannya duduk sama-sama tapi ngerjain kerjaan sendiri-sendiri lagi. Soalnya ni soalnya, saya baca, bonding ibu dan anak akan terjalin dengan sendirinya secara intensif saat kita melakukan kegiatan bersama.

IMG_3938Jalan-jalan ke Kawah Kamojang, Garut

IMG_4153‘cross country’ di Taman Hutan Raya

IMG_2131Sepedaan Berdua Keliling Penang

Kemudian mulailah saya menyambangi taman-taman di kota Bandung yang lagi pada hits itu. Saya ajak Biyan main bola disana. Lempar-lemparan, tendang-tendangan doang sih, tapi emang seru sampe sama-sama keringetan. Buat Biyan yang badannya lumayan *ehem* besar,ngejar-ngejar bola memang perlu demi melatih kekuatan, ketahanan dan kemampuan ototnya.

Selain taman-taman di Bandung, belakangan saya juga suka mengajak Biyan main ke tempat-tempat wisata alam sekitaran Bandung. Satu kali kami pergi ke Garut dan Biyan seru-seruan mandiin kerbau dan nangkep ikan disana

IMG_3837Mandiin Kerbau ^^

IMG_3879Nangkep ikan buat makan siang

 IMG_5170‘ngintip Penangkaran Rusa di Maribaya

 

Tapiiiii…..berkegiatan di luar ruangan berAC dan pake lari lari begini kan ujung-ujungnya akan ketemu sama problem keringat ya. Apalagi buat yang anaknya lumayan gede kayak Biyan, gerak dikit aja keringetan. Dan efek samping keringetan adalaaaaaaahhhhh…..??

Yak bener, bau asem.

Pantesan banyak ibu-ibu doyan bawa anaknya ke mall yak, kalo di mall nggak keringetan, jadi ga pake bau asem pas masuk mobil :D

Eh tapi ya jangan jadi halangan juga sih perihal bau asam ini. Kan bisa dicari solusinya. Dari hasil ngobrol sana sini sama ibu-ibu yang juga punya problem dengan anak-anaknya yang keringetan, saya nemu ini nih : Johnson’s® baby Active FreshTM Powder. Jangan lupa Ibu-Ibu, kalau buat anak, ya pakailah produk buat anak. Soalnya lapisan terluar dari kulit ari anak, khususnya balita, kan belum berkembang sempurna nih, makanya perlindungan alami balita kan masih rendah, rentan terhadap segala sesuatu yang berasal dari luar tubuhnya. Selain itu, kulit balita itu juga mudah menyerap, pake produk buat non balita akan membuat kulit mereka mudah iritasi.

IMG_5093

Trus apa dong kelebihan produk Johnson’s® baby Active Fresh™ dibanding produk bayi lainnya?

Sini dikasi tau, produknya Johnson’s Baby itu sudah memenuhi standar Best For Baby, udah terbukti secara klinis memiliki kandungan lembut dan aman buat kulit bayi. Naaah, secara khusus buat ibu-ibu yang anaknya suka keringetan, Johnson’s Baby menciptakan Johnson’s® baby Active FreshTM Powder, yang menetralkan bau masam dan malah membuat si kecil segar dan wangi setiap kali dia berkeringat. Jadi semakin si kecil berkeringat, semakin wangi!. Kok bisa sih? Gini cin, ada yang namanya Sulfur Malodor yang akan mengubah bau masam menjadi netral atau tidak berbau, lalu ada teknologi yang memungkinkan adanya pengapsulan butir-butir talc di dalam bedak. Nah, kapsul ini akan mengeluarkan wangi segar begitu kena keringat si kecil. Canggih ya? Iya, namanya Fragrance Technology + Encapsulation.

 Jadi jangan heran, di tas saya sekarang selalu ada Johnson’s® baby Active FreshTM Powder, jadi sebelum anak mulai bergerak-gerak kemudian entar keringetan, udah bisa dipakein dulu, biar pas keringetan ga pake lagi bau-bau asem deh. Di rumah saya juga pake Johnson’s® baby Active FreshTM Bath biar wanginya bertahan lebih lama dan segar pula.

Eh eh sesekali saya mau bagi-bagi hadiah ah disini, yang mau ikutan share pengalamannya soal aktif fresh, ntar bakal dapet hadiah dari ada Johnson’s® baby Active FreshTM Powder kayak gini nih :

IMG_5094

Eh eh sesekali saya mau bagi-bagi hadiah ah disini, yang mau ikutan share pengalamannya soal bermain aktif, ada 10 sample kit Johnson’s® baby Active FreshTM Powder yang mau saya bagikan, sample kitnya kayak gini nih :

Screen Shot 2014-05-28 at 4.13.32 PM

Yang mau, yuk comment di bawah sini, jangan lebih dari rentang waktu seminggu ya, kan mau dikirim hadiahnya cepet2an. Ditunggu ya buibuuuuuu

 

10 Comments

Filed under Saya, Saya, dan Saya