Jangan Nolak Kalau Diajak ke Derawan

Bukan Shasya kalo postingannya ga terlambat. Kali ini cerita jalan-jalan ke Derawan kemarin. Sebelum meneruskan cerita, nanti saya dikasih tips apa kek gitu biar ga telat mulu nih postingannya, terutama postingan soal jalan-jalan karena ujung-ujungnya banyak yang udah lupa pas mau ditulis karena kelamaan.

Liburan Lebaran kemarin, seperti tiga per empat warga Path saya pergi liburan. Tumben karena biasanya saya nggak suka pergi saat Lebaran, biasanya tiket kemana-mana mahal, dimana-mana penuh. Tapi kali ini karena ajakan yang sudah saya ceritakan sebelumnya disini, maka pergilah saya ke Derawan.

Sebelum Derawan, tentu kita mampir dulu di Balikpapan kan. Tadinya sih mau langsung-langsung aja karena toh Balikpapan bukan tujuan utama, tapi kemudian tergoda dengan cerita enaknya Kepiting, maka kami memutuskan untuk stay 1 malam di Balikpapan, demi nyari makanan enak. Cerita soal enaknya makanan di Balikpapan udah saya ceritain lengkap disini . Ada Kepiting (tentunya), Bubur Samarinda, dan Soto Banjar yang kemudian jadi kesukaan saya.

Besok paginya kami terbang ke Berau dari airportnya Balikpapan yang cakep itu. Dan sampai Berau, juga terpesona sama airportnya yang lumayan keren buat ukuran kota sekecil itu. Kalau dibandingkan dengan airport di Bandung, duh :D.

Bandara di Berau

Bandara di Berau

Dari Berau kami menempuh 3 jam perjalanan pake mobil menuju dermaga sebelum menyeberang ke Derawan. Di tengah perjalanan sempat berhenti makan siang (yang agak telat) dan ternyata cuma satu-satunya tempat jualan makanan sepanjang perjalanan dari bandara ke dermaga.

Sampai di Derawan, jujur aja saya agak kaget. Tempatnya tidak seindah yang saya lihat di foto. Bahkan di pesisir pantainya banyak sampah, sayang banget, padahal lautnya biru banget dan adanya water cottage bikin pemandangannya makin asik.

Derawan

Derawan

Derawan sendiri buat saya hampir seperti Pangandaran dengan skala yang lebih kecil, di belakang pantai dan jejeran cottage, ada satu jalan utama yang penuh dengan yang jualan makanan, jualan baju, dan sewa sepeda. Makanannya asik-asik, banyaknya sih seafood tapi untuk yang alergi atau ngga suka seafood, banyak juga yang jualan Ayam, Gado-gado, sampai Indomie. Yang langsung jadi favorit saya adalah Jagung Bakar, tiap malem harus beli meskipun sebelumnya beres makan Seafood.

Pemukiman di belakang pantai Derawan

Pemukiman di belakang pantai Derawan

Naik sepeda keliling pulau adalah salah satu hiburan yang harus dikerjain selama di Derawan. Sewa sepeda 20ribu per 1,5 jam. Tadinya saya pikir kok mahal ya, mengingat di Gili Trawangan sewa sepeda seharian sampe besokannya aja cuma 35 ribu. Tapi mendapati Biyan kesenengan naik sepeda disana, 20 ribu rasanya oke-oke aja, ketambahan sepedanya banyak yang baru, so it was ok. Jadi inget setaun lalu waktu saya liburan berdua Biyan ke Penang, dia masih harus dibonceng bonceng sampai mamanya kecapean secara anaknya gendut kan yah. eh di Derawan kemarin dia kan sudah bisa naik sepeda sendiri, sepedaan berdua jadi makin seru :)

Kiri : Penang, Kanan : Derawan

Kiri : Penang, Kanan : Derawan

.

Hiburan lainnya di Derawan, tentu saja melihat penyu bertelur. Malam terakhir kami disana akhirnya berhasil nontonin satu ekor penyu yang lagi asik bertelur. Dalam semalam, penyu bisa bertelur sampai ratusan butir, telurnya ‘diamankan’ petugas konservasi biar ga menetas ga ketauan, lalu dimakan ikan atau binatang lain ketika tukik (anak penyu) mencoba balik ke laut.

.

Hiburan lain di Derawan? Tentu saja berjemur :)

IMG_7962

Ke Derawan tentunya tidak lengkap tanpa mengunjungi 3 pulau lain yang terkenal satu paket dengan Derawan itu : Sangalaki, Kakaban, dan Maratua. Oh ada tambahan satu lagi, Pulau Gusung yang kalau pas pasang dia menghilang alias terendam air laut. Masing-masing pulau cantiknya lain-lain. Liat deh cantiknya Sangalaki hari itu,

Di Sangalaki juga ada resort tempat menginap. kalau kamu lebih suka suasana yang lebih sepi, Sangalaki lebih cocok untuk bermalam dibanding Derawan. Kalau saya menemukan seekor penyu bertelur di Derawan, di Sangalaki katanya bisa ada 40 ekor penyu bertelur dalam satu malam. Saya sih kebayangnya kalau jalan bisa sampe kesandung2 kali ya. Selain jemur-jemuran asik, anak-anak kota ini kesenengan liat tukik yang baru pada menetas,
IMG_7636
Tukiknya memang lucu menggemaskan sih ya :)

(fotonya punya Diani)

(fotonya punya Diani)

Kemudian Kakaban, pulau yang jadi istimewa karena di tengahnya ada danau dimana ada jellyfish yang karena tidak beracun maka bisa diajak berenang-renang. Lucunya, pas nyebur sih ngejar2 ubur-ubur, tapi pas mereka nempel di kaki trus malah kaget. Banyak yang nanya “jellyfish nya susah dicari ga? banyak ga?”. Jellyfish nya banyak banget sampe nggak usah dicari! Ukurannya ada yang gede, ada yang kecil-kecil.

Yang harus dilakukan di Kakaban selain main sama jellyfish? Tentu saja motret jembatan dermaga yang fenomenal itu. (fenomenal dalam arti difoto dan diupload oleh semua orang :D)

IMG_7815

Tadinya sih dari Kakaban kita mau langsung ke Maratua tapi katanya ombaknya nggak memungkinkan jadi kita mampir sebentar di Pulau Gusung. Pulau ini sih nggak ada apa-apa, cuma asik aja buat foto-foto, tidur-tiduran, dan ngeliatin sunset.
IMG_7788
IMG_7793
IMG_7807

Untung masih punya satu hari untuk sengaja mengunjungi Maratua, yang ternyata adalah yang paling cantik diantara pulau-pulau yang lain. Ada resortnya juga kalau kamu mau nginep disini. Lain kali mungkin perlu dicoba sengaja nginep di Maratua, 2 hari aja. Asik juga kan kalau tiap bangun pagi pemandangannya kayak begini

IMG_7878
IMG_7875

Yang bisa dikerjain di Maratua selain foto-foto? Berjemur lagi tentunya :). Yang doyan snorkeling, juga bisa disini, beneran tinggal loncat aja dari dermaganya.

IMG_7902

IMG_7972

Berhubung perjalanan ini asik-asik aja alias banyak rencana yang muncul di tengah jalan, maka selain foto-foto dan menikmati Maratua Resort yang cakep itu, kita juga sewa mobil pick up dan kemudian menyusuri hutan menuju daerah Payung-Payung dimana udahnya kita nemu yang namanya Goa Jimangku. Duduk di pick up, makan nasi kotak sambil ketabok-tabok ranting pohon memang memberikan pengalaman tersendiri, asik banget. Sebelum sampe Goa Jimangku, kita jalan di pesisir pantai yang langitnya sebiru foto-foto yang biasa kamu liat di kartupos.

IMG_7932

Goa Jimangku kemudian ‘dinobatkan’ Biyan sebagai tempat paling asik selama jalan-jalan kemarin. Gimana ga asik kalau bisa berenang di laguna kayak gini,

IMG_8044
Untuk menambah kadar keasikannya, saya sempet loncat dari atas, mungkin jaraknya 6 meteran. Tadinya sempet ngeri sih, tapi ngebayangin nyeselnya kalo nggak loncat, ya loncat juga akhirnya. Oiya ini fotonya punya Diani juga.

Di perjalanan pulang menuju Maratua Island, saya mendapati pemandangan ini dari pick up yang melaju lumayan kencang

IMG_7942

Oya, di jalan menuju Maratua, boat sewaan kami sempet berhenti di tengah karena tiba-tiba banyak lumba-lumba bermunculan! Huah seru banget. Sebenernya saya lebih seru mengamati muka Biyan ketika lumba-lumba itu muncul. Dia teriak-teriak kesenengan, boat sampe mau oleng rasanya. Waktu dulu diajak liat lumba-lumba, manatee dan segala macem di River Safari Singapore rasanya nggak kayak begitu girangnya. Memang lain sih liat binatang di kebun binatang dan di habitat aslinya ya :)

IMG_8020

Biar postingan ini lebih berguna daripada sekedar bikin pengen ke Derawan dan pulau-pulau lain itu tadi, ini adalah beberapa tips alias #lifeguide kalau kamu berencana pergi kesana :

1. Kalau kamu nggak tahan laper atau bawa anak kecil, bawa bekal makanan (roti dll) di tasmu, karena di beberapa tempat kita bisa susah cari makanan.
2. Kalau kamu suka tempat yang rame dan cari apa-apa gampang, menginaplah di Derawan. Pilihan tempat nginepnya banyak macamnya, dari cottage sampai homestay, harganya tentu beragam juga.
3. Di Derawan nggak ada ATM (kecuali ATM Bank Kaltim), jadi bawalah uang yang cukup buat makan dan jajan-jajan disana
4. Harga baju di Derawan agak mahal dan kualitasnya biasa banget, jadi kalo ga kepaksa atau kepingin bawa buat suvenir, sebaiknya sih jangan beli disana.
5. Kalau males bawa toiletries, selama perlu yang standar-standar kayak sabun shampoo dll sih disana ada.
6. Kalau sewa boat sendiri (atau ikut tour), pastikan sudah pergi dari pagi, sayang waktu yang terbuang kalo saling tunggu-tunggu. Percayalan yang paling asik dari pergi ke Derawan adalah kegiatan Island Hoppingnya, pergi kesiangan artinya bisa-bisa kehilangan kesempatan mengunjungi pulau-pulau cantik di sekitar Derawan.
7. Pergi rame-rame tentu akan lebih ekonomis dibanding pergi sendiri, soalnya sewa boat sehari kan lumayan mahal, jadi mendingan bayar rame-rame toh?

Wuih, postingan blognya pake tips segala kayak udah ahli jalan-jalan aja :D.

2 Comments

Filed under Saya, Saya, dan Saya

Serunya Playdate bareng Johnson’s® Baby di Cihampelas Walk

Masih inget kan waktu saya sempat woro-woro soal adanya Playdate seru gelarannya Johnson’s Baby? Di Bandung, acara asik ini diadakan di CiWalk alias Cihampelas Walk. Salah satu tempat asik di Bandung untuk bawa anak-anak main, terutama kalau anakmu kayak anakku yang nggak bias diam itu. CiWalk kan luas, bias buat lari-lari. Asik deh. Makin asik ketika ada Playdate bikinan Johnson’s Baby kemarin-kemarin itu.

Sini deh intip keseruan yang terjadi disana,

0001

IMG_4792

Ada banyak permainan aktif yang sudah disediakan Johnson’s® baby, si kecil pasti seneng ;permainan tarik ember, lompat ban, melatih keseimbangan dengan papan, masuk labirin, tending-tendangan bola, terowongan hoopla, dan masih banyak permainan aktif lainnya. Seru banget liat anak-anak kecil berlompatan kesana kemari sambil ketawa-ketawa.

IMG_4783

Trus ibunya ngapain? Ibunya ikutan talkshow bersama para ahli dan praktisi mengenai tumbuhkembang anak di active corner dong, banyak pengetahuan yang dibagikan oleh para ahli dan praktisi untuk ibu-ibu yang hadir.

Eh ada juga booth buat story telling. Yang biasa bacain dongeng buat anaknya sebelum tidur, berkesempatan juga nyoba story telling di Active Playdatenya Johnson’s® baby, biara gak lain aja suasananya. Semua anak memang doyan dibacain ceritakanya, tapi taukah ibu-ibu kalau kegiatan membacakan cerita buat anak-anak ini, selain membuat mereka senang, ternyata juga melatih syaraf motoriknya? Drama di cerita yang dibacakan akan merangsang otot motorik mereka dan melatihnya untuk bekerja dengan lebih baik, demikian juga dengan gesture tubuh dan ekspresi wajah dan suara kita ketika sedang membacakan cerita. Membacakan dongeng atau story telling bias dibilang cara termudah untuk melatih syaraf motorik anak. Kegiatan Story Telling di Johnson’s Active PlayDate kemarin juga berhadiah menarik untuk 1000 pendaftar pertama yang kemudian mendapatkan tshirt lucu dari Johnson’s® baby untuk ibu dan si kecil. Seru amat sih udahnya kan bias seragaman.

Dan yang namanya anak-anak tentu saja senang disuguhin beginian, asli pada betah dan nggak mau keluar!
IMG_4807

Dan seperti yang pernah saya tulis disini : http://pashatama.wordpress.com/2014/05/28/keringetan-tapi-asik/, active play buat anak kan sangat penting. Johnson’s Baby tentu saja menyediakan arena bermain aktif buat anak yang bikin anak-anak tambah betah.

Bermain di ruangan terbuka sambil beraktivitas fisik seperti ini kan memang diperlukan buat anak-anak. Apalagi dilengkapi dengan fasilitas aman buat anak. Selain aktivitas fisik,di acara Playdate kemarin juga ada kegiatan games yang melibatkan anak dan orang tua. Selain seru-seruan bisa dapet hadiah, games seperti ini juga meningkatkan bonding antara orang tua dan anaknya.

IMG_4914

Dan coba intip keseruan lain yang terjadi di panggung Active Playdate kemarin :

Nah, acara Active Playdatenya kan udahan, tapi jangan lupa untuk selalu mengajak si kecil bermain aktif ya ibu-ibu, main di luar ruangan, melibatkan fisik, selain itung-itung olah raga, juga sebagai sarana bonding antara kita dan anak-anak. Apalagi untuk ibu-ibu bekerja (dan bergaul) seperti saya.

Memang sih problem bermain aktif di luar ruangan itu ya resikonya kan berkeringat, tapi kan sekarang ada Johnson’s® baby Active FreshTM Powder, yang justru akan bikin anak fresh ketika dia berkeringat. Saya udah coba pake buat Biyan secara liburan kemarin dia terus-terusan main di luar, ya main sepeda, ya lari-lari. Yang anaknya masih bayi, jangan khawatir karena Johnson’s® baby Active FreshTM Powder ini dibuat dengan standar klinis yang aman untuk kulit bayi.

Produk Johnson’s Baby kan sudah memenuhi standar Best For Baby, terbukti secara klinis memiliki kandungan lembut dan aman buat kulit bayi. Baru-baru ini Johnson’s Baby menciptakan Johnson’s® baby Active FreshTM Powder, yang menetralkan bau masam dan justru membuat si kecil segar dan wangi setiap kali dia berkeringat. Ketika dia semakin berkeringat, maka akan semakin wangi. INi disebabkan olehSulfur Malodor yang akan mengubah bau masam menjadi netral atau tidak berbau, lalu ada teknologi yang memungkinkan adanya pengapsulan butir-butir talc di dalam bedak. Nah, kapsul ini akan mengeluarkan wangi segar begitu kena keringat si kecil. Kecanggihan ini namanyaFragrance Technology + Encapsulation.

Jadi jangan lupa ya buibu, untuk selalu mengajak si kecil bermain aktif, kan sekarang keringetan bukan lagi masalah☺. Selain lebih sehat, anak-anak juga akan jadi lebih riang deh, buktiin sendiri.

1 Comment

Filed under Saya, Saya, dan Saya

Nambah Uang Tanpa Nambah Kerjaan

Judulnya provokatif ya. Kalau kamu jadi mampir kesini karena judul itu, berarti saya berhasil menarik perhatianmu. Aha!

Tapi tenang, bukan cuma sekedar judul, tapi ini beneran. Jadi saya baru nemu program asik yang bisa nambah uang dari sampingan kamu tanpa kamu mesti ngapa-ngapain. Oh sampe sini saya harus kasi disclaimer bahwa ini bukan multilevel marketing ya. Tadinya mau bilang passive income tapi khawatir nanti terdengar terlalu MLM, padahal memang bisa dibilang passive income sih.

Sini saya ceritain detail. Yang perlu kamu lakukan cuma tinggal posting di blog soal program ini, atau pasang banner di blog mu biar tambah asik. Yang aktif twitteran (iya, maksudnya kayak saya) bisa tweet link program ini, yang aktif di forum dan punya banyak temen ngobrol online bisa posting di forumnya masing-masing. Tujuannya buat apa? Ya buat dapet uang tambahan tanpa kerjaan itu tadi.

Yang pertama kamu perlu lakukan adalah masuk ke http://mifx.com/aa Di bagian bawah website itu, kamu akan mendapati ini :

Nah setelah mengisi nama, alamat, email, dan nomer telepon, di inbox mu akan ada link untuk verifikasi email. Biasalah ini, kayak kalo registrasi newsletter online shop gitu (ketauan doyan belanja).

Setelah kamu memverifikasi link tersebut, maka kamu akan mendapatkan email “Welcome Partnership” berisi 3 point penting yaitu :

1. Terms & Condition —> perlu dibaca

2. Skema –> perlu dibaca untuk tau kira-kira berapa nominal yang bisa kamu dapatkan lewat program ini

3. Update profile –> PENTING dibuka dan diupdate karena menyangkut kelangsungan pendapatan kamu di program ini. Maksudnya, disini kamu bisa isi no rekening, no KTP, dan sekaligus upload KTP kamu untuk menyelesaikan proses registrasi ini.

Setelah itu, di halaman milikmu pribadi kamu akan mendapatkan ini :

panah

Lihat tanda panah itu? Nah, klik tulisan “advert” itu, maka kamu akan mendapatkan ini :

Screen Shot 2014-09-02 at 3.04.13 PMNah, 2 link itulah yang akan menjadi ‘senjata’ kamu dalam ‘berjualan’. Seperti saya bilang di atas tadi, link itu bisa dimasukin ke blog, di tweet via twitter, disebar di forum, dan lain-lain. Bahkan kamu bisa juga melakukannya secara offline. Artinya, misalnya kamu punya tempat ngumpul, atau warung, atau mau depan kamar kost juga boleh. Caranya? Bikin banner, cantumkan QR Code yang akan mengarahkan pembaca ke link referral kamu,

Sebenernya jumlah uang yang bisa kamu dapatkan sudah dijelaskan di bagian Skema kan ya, tapi secara garis besarnya sini saya kasi tau :

1. Kalau ada orang yang mendaftarkan dirinya ke demo account, kamu akan mendapatkan reward sebesar Rp. 5000/akun. Berlaku tentu saja kalau semua data akun tersebut bisa diverifikasi (email, no telepon valid).

Eh apa sih artinya demo account? Itu lho, kayak akun untuk mencoba trading secara demo. Jadi nanti lewat akun demo itu, kamu bisa seolah olah nyobain trading beneran, karena harga yang berlaku adalah harga yang beneran berlaku di pasaran. Jadi kamu bisa ikutan ngerasain deg-deg annya transaksi di pasar uang. Akun demo ini biasanya dipakai trader untuk ‘berlatih’ membiasakan diri bertransaksi online, juga dalam mengatur emosi dalam trading.

Bila ada 10 orang yang mendaftar demo account dan valid, maka kamu akan mendapatkan reward sebesar Rp. 50.000 per hari. Hal ini bisa berlangsung setiap hari, ingat, tanpa kamu perlu melakukan apa-apa.

2. Kalau ada orang yang kemudian bergabung dengan membuka akun ‘beneran’ alias live account, maka kamu akan mendapatkan reward sebesar $2 per 1 lot transaksi yang settle. Sebagai catatan, trader biasanya bertransaksi kurang lebih 3 lot per hari. Artinya kamu akan mendapatkan $6 per hari, yang bila diakumulasikan selama sebulan menjadi :

22 hari x $6 = $132 = Rp. 1.320.000

ini hanya dari satu nasabah. Bayangkan kalau kamu punya 5 nasabah :)

Dan ingatlah bahwa kamu beneran ngga usah ngapa-ngapain, tinggal pasang link referral kamu di media yang kamu punya. Seperti yang saya lakukan di samping kanan blog saya ini.

Trus tinggal duduk kipas kipas deh :)

Oya, kalau ada yang mau ditanya, silakan menghubungi :

MONEX ASIA AFRIKA BANDUNG
Wisma Monex Lantai 12
Jl Asia Afrika 133-137
Bandung
Phone / WA : 082129292999
email : corcom.AA@mifx.com
BBM : 74EB77CE

Leave a comment

Filed under dan Saya, Saya

Yasmine The Movie, Antara Review, Spoiler dan Curcol

Saya memang bukan penggemar berat film. Nonton film tentu saja suka. Di bioskop, tentu saja. Kalau di rumah kebanyakan direcokin sama urusan anak dan urusan bikin kopi biasanya. Film yang saya suka biasanya ga jauh dari drama komedi, drama menye, dan drama-drama lainnya. Film-film box office macam The Avengers, Spiderman dll bukan film tipe saya. Kalaupun saya nonton ya pasti dengan alasan nemenin anak aja.

Minggu lalu ada 2 tiket melayang ke meja saya, untuk nonton sebuah film berjudul Yasmine. Saya tentu saja pernah denger judul film ini, dimana lagi kalau bukan di Path pemberi tiket nontonnya? Waktu menerima tiket ini saya baru sadar kenapa si pemberi tiket sudah lama tidak bercakap-cakap santai dengan saya, dan sudah lama pula sejak saya terakhir menerima surat dengan tulisan tangannya (iya ini tahun 2014, dan iya kami masih surat-suratan pake tulisan tangan). Ternyata waktunya menulis surat untuk saya habis karena mengurusi film ini.

Maka di sela-sela kesibukan saya (yang adalah tidur-tiduran dan belanja sepatu), saya menyempatkan diri dateng ke XXI BIP yang sekarang disebut XXI Empire hari Rabu kemarin. Seperti yang saya pernah keluhkan di twitter kemarin-kemarin, kenapa sih film bagus kok mainnya bentar banget. Untuk film sebagus Yasmine, satu minggu di bioskop tentulah tidak cukup. Dan saya menyesal kenapa nggak nonton lebih awal biar tulisan ini bisa lebih cepat keluar dan bisa (siapa tau) bikin kamu pengen nonton filmnya.

Yasmine, Menembus Batas Demi Cinta

Yasmine, Menembus Batas Demi Cinta

5 menit duduk dan menyaksikan adegan pertama, saya kira ini film silat beneran. Baru 15 menitan setelahnya saya sadar bahwa ini film remaja. Cerita soal remaja Brunei yang cerita hidupnya ga beda-beda jauh sama remaja di kita, perihal sekolah, pergaulan, orang tua, dan tetek bengeknya. Yasmine diperankan dengan sangat baik oleh Lilyana Yus. Menurut informasi yang saya terima, katanya gadis remaja ini bener-bener baru di bidang film, belum pernah main film sama sekali. Kalau begitu, saya harus bilang wow karena aktingnya natural, seperti karakter Yasmine ini diciptakan sesuai karakternya sendiri.

Lilyana Yus as Yasmine

Lilyana Yus as Yasmine

 

Ada siapa lagi di film ini? Nama2 yang tentu kamu kenal seperti Reza Rahadian (kali ini saya yakin itu dia dan ga ketuker lagi sama Herjunot Ali seperti waktu film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk), ada Dwi Sasono yang sangat menghibur sepanjang film, dan ada Agus Kuncoro yang kadar menghiburnya sama ketika dia memerankan sosok penjahat di Comic8 (sampe sini bahasa saya kayak movie blogger banget ga sih?).

Yang istimewa dari film ini adalah semua pemeran bermain dengan sangat natural, tidak ada satupun sosok yang bikin ganggu. Termasuk guru mengaji Yasmine yang sepanjang film terus mengunyah kue cincin. Itupun saya nilai menganggu karena saya jadi penasaran gimana rasanya kue cincinnya itu.

Dua karakter yang menjadi teman dekat Yasmin sepanjang film juga patut diacungi 2 jempol, tidak physically gorgeous2 banget, tapi bermain sangat pas. Begitu juga dengan peran teman-teman Yasmine yang lain, sampai ke musuhnya yang kok cantik banget sih? Seriusan, sampe lebih cantik dari pemeran utamanya. Semua bermain natural, sampe sempet lupa kita lagi nonton film (ok ini lebay, maafkan).

Cerita Yasmine bukan cerita pelik kok, masalah yang dihadapi biasa-biasa aja, diawali soal cemburu. Cemburu memang bikin perempuan bisa melakukan apa saja, positif atau negatif. Berakibat jadi bagus, atau berakibat jelek. Semua bisa. Jangan anggap remeh kekuatan cemburu, jangan aja. Film ini contohnya. Dan bener dugaan saya selama ini, yang namanya cemburu itu lebih banyak kaitannya dengan ego kok daripada dengan cinta itu sendiri. Ketika akhirnya kita sudah memenangkan ego itu sendiri, cinta kadang-kadang jadi nggak ada artinya lagi. Penyebab kenapa kita sampe cemburu pun hilang begitu saja, yang penting posisi sudah di ‘atas’ dan kita tau kita menang. Pesan moral yang juga bisa dianggap sebagai selfnote dari film ini adalah next time dirundung cemburu, coba dipikir, karena cinta apa karena ego?

Yasmine memang sudah tidak tayang di bioskop-bioskop di Bandung, tapi di Jakarta kayaknya masih ada. Di Bandung sih sudah digantikan dengan film berjudul “Olga & Billy Lost in Singapore” (I know, I know). Bila ada waktu senggang, pergilah nonton, saya yakin kamu pasti akan menikmati film itu lebih dari saya menikmati Siomay gorengnya XXI (gosh, XXI seriusan harus belajar bikin Siomay Goreng dari tukang Siomay yang beneran).

Di luar kenyataan bawah bapaknya Yasmine terlalu ganteng, terlalu necis, dan terlalu rapi untuk jadi ‘sekedar’ petugas perpustakaan dan kenapa anak perempuannya pake mobil Mini Cooper tapi nggak bisa bayar sekolah swasta, film ini memang perlu ditonton. Sesuai pesan pengirim tiket, tontonlah dengan siapa yang kamu cintai. (note : saya nonton bertiga sama sepasang sepatu baru)

note : gambarnya ‘minjem’ dari 21cineplex.com & theguardian.com

6 Comments

Filed under Film

Menyusuri Tarutung Sampai Samosir

Sampe sekarang saya nggak pernah ngerti kenapa perjalanan yang (sempat jadi) perjalanan terasik taun ini kok ya baru diposting sekarang setelah terlambat selama, oh well 6 bulan. Beginilah kalo penulis amatiran merangkap pekerja kantoran merangkap ibu-ibu yang selain ngurus anak juga rewel minta me time terus menerus.

Pendek cerita, bulan Februari lalu saya ‘pulang kampung’ ke Sumatera Utara. Kenapa pulang kampung kesana padahal muka Hongkong begini? Kampung suami maksudnya, kebetulan alm bapaknya berasal dari Tomok, Samosir, dan ibunya berasal dari Tarutung, Tapanuli Utara. Kemarin itu, dalam tempo yang sesingkat-singkatnya, kami mengunjungi 2 tempat ini. Tentu mampir sana sini, misalnya Medan dan Siantar dengan alasan apalagi kalau bukan nyari makanan enak. Tulisan perihal makanan sudah saya posting duluan disini.

Siang itu kami nyampe Bandara Kualanamu Pk. 14.00an, tiba disana cukup tercengang ya, dibandingkan dengan bandara Polonia, wah jauh banget. Kualanamu (waktu itu) mungkin salah satu bandara paling bagus yang pernah saya lihat di Indonesia. Berhubung baru, tentu saja semua sudutnya masih bersih dan yang paling asik adalah mereka kaya sign age, ga peli, jadi walaupun baru kesana ga akan nyasar.

Mobil jemputan susah menanti kami di pintu keluar. Lho yang jemputnya mirip Restu Sinaga. Dari Kualanamu, ga pake mampir Medan, kami langsung menuju Tarutung. Perjalanan ditempuh dalam waktu 11 jam. Mungkin hampir mirip dengan jarak dari Bandung ke Jogjakarta. Kalo ga pake kebanyakan berenti dengan alasan makan, ngopi dan merokok mungkin perjalanan ini bisalah ditempuh dalam waktu 8 jam-an.

Sampai di Tarutung, saya baru menyadari satu hal : saya salah kostum! Ternyata Tarutung ini dingin banget! sementara saya walaupun berbekal celana panjang, cuma bawa 1 jaket tipis alias cardigan yang terkadang menahan dinginnya mall di Jakarta aja ndak sanggup.

Tarutung terkenal dengan pemandian air panas alaminya. Yang dengan bodohnya saya lewatkan begitu saja. Sebenernya, kunjungan kami ke Tarutung waktu itu adalah untuk memakamkan nenek kami yang meninggal beberapa hari sebelumnya. Jadilah 2 malam itu kami habiskan di rumah yang senantiasa penuh dengan tamu lengkap dengan nyanyian dan tarian yang selalu ada setiap saat. Pengalaman yang seru juga, untuk pertama kalinya Biyan manortor dan ternyata dia langsung seneng. Saya cukup tercengang dengan dandanan ibu-ibu yang dengan niat banget dandan ke salon untuk upacara adat pemakaman ini. Belakangan saya baru tau bahwa acara pemakaman ini bisa juga dianggap pesta, apalagi nenek yang meninggal bisa dibilang sudah bisa mendapatkan pesta adat tertinggi karena semua putra putrinya sudah menikah dan punya anak, maka bisa dibilang tuntaslah kewajibannya. Belajar budaya baru kan selalu seru ya, maka saya pun menikmati menonton semua “atraksi” di dalam upacara pemakanan ini. Walaupun setelah jam 2 siang saya mulai bosan kemudian jalan-jalan ke sawah di depan rumah, nonton kerbau dan sekaligus foto-foto kaki buat #gerakankakidiatasmejatiapjumat. Ketika semakin sore dan upacara masih belum selesai juga, saya mulai iseng-iseng jajan tuak di pedagang asongan dadakan yang tiba-tiba berdatangan dan berdagang di halaman kami. Seru juga tuak asli di Tarutung ini, 5 ribu rupiah saja sudah bikin puyeng dan kemudian bikin meracau.

Usai pemakanan, besokannya kami meneruskan perjalanan ke Samosir, persisnya ke Tomok. Perjalanan yang ditempuh selama 4 jam ini sungguh menyenangkan, pasalnya ya tentu saja pemandangan yang luar biasa cantik. Sayang sekali saya nggak sempat foto-foto, saking menikmati pemandangan cakep di luar jendela mobil. Selain itu, tangan juga sibuk pegang snack sih..

4 jam-an kemudian, kita sampe di pelabuhan yang ferynya gede banget itu, yang bakal membawa kita ke Samosir. Sambil nunggu ferry, saya sempet makan Ikan Tombur yang enaknya surga dunia, lagi-lagi ceritanya ada disini

Ferry menuju Samosir ditempuh dalam waktu 20 menitan. Sayang sekali himbauan dilarang merokok di ferry sama sekali nggak diindahkan penumpang. Padahal bahan bakar ditaro di dalam ferry juga.

IMG_3040

Sampe di Samosir saya kemudian nyadar, daerah ini sudah lama banget jadi daerah wisata ya. Saya aja yang umur 30 sekian baru menginjakkan kaki disana. Begitu ‘mendarat’ dari Ferry, kami sudah disambut beragam toko yang menjual pakaian, dan souvenir khas Toba. Berhubung saya bukan penggemar belanja kala jalan-jalan, maka jejeran toko itu pun saya lewati begitu saja. Tujuan utama, ke jejeran rumah adat. Kenapa? Karena keluarga kami masih punya satu rumah yang dipertahankan disitu. “keluarga kami” disini artinya keluarga besaaaaaaar sekali ya. Artinya yang punya banyakan :)

Yang seru dari kunjungan ke makam keluarga ini adalah waktu hampir kejatuhan duren di makam. Abisnya pohon duren banyak banget dan waktu memang lagi banyak yang berjatuhan. Saya bukan penggemar berat duren, tapi kalau ada yang jatuh depan mata ya pasti ga ditolak. apalagi ternyata beneran yang orang bilang, duren yang jatuh sendiri dari pohonnya, rasanya lebih enak dari duren yang dipetik. Rasanya kepengen mengulang perjalanan ini demi duren yang berjatuhan dari pohon itu.

 

Katanya kalau ke Tomok, haruslah mampir ke makam Raja Sidabutar, ceritanya dari sinilah silsilah keluarga kami berasal. Makamnya unik, katanya sih dibuat persis dengan wajah si Raja ini dulu. Masuk ke kompleks makam ini pengunjung diwajibkan pake ulos yang disediakan secara gratis oleh penjaganya. Kalau kesorean, biasanya makam ini dikunci dan kita cuma bisa liat dari luar. Beberapa pengunjung kemudian juga mengambil kesempatan berdoa disitu.

Makam Raja Sidabutar

Makam Raja Sidabutar

Buat yang tertarik sama budaya Batak, bisa cari tau di Museum Batak yang ada di deket-deket Makam Raja Sidabutar itu, lengkap keterangannya. Kalo ngga salah sih ada guide nya juga yang akan dengan senang hati menjelaskan.

Perjalanan ke Samosir ini memang belum lengkap, saya belum sempat menyaksikan cantiknya Danau Toba dari sisi yang lain. Karena area yang kami lewati memang area danau yang biasa aja. Artinya apa? Artinya tahun depan harus ke Samosir lagi, cari spot cantik. Barengan yuk.

Eya, waktu kami menginap di Medan semalam nunggu flight paginya ke Bandung, kita dengan mudah booking via klikhotel.com. Karena waktu itu sempet lupa book hotel. Keasikan siap-siap jalan sampe beneran lupa, untungnya bisa book di klikhotel.com, bisa via henpon pula, bayarnya gampang juga tinggal transfer via bca, semuanya dibikin mudah sama klikhotel, thanks yaw :)

1 Comment

Filed under Family, jalan-jalan

Crop Foto Sana Sini

Saya penikmat foto-foto pemandangan yang indah indah. Pasti kamu juga. Yang paling sering sih foto sunset. Atau foto sunrise (note : saya sama sekali tidak punya foto sunrise karena nggak pernah bangun sepagi itu untuk mengejar terbitnya matahari). Oh atau foto pantai. Ini yang selalu bikin saya pingin pergi piknik. Apalagi foto sunset di pantai, sudahlah kelar.

Lalu berapa kali kamu jadi kepengen pergi hanya karena liat foto dari temenmu, atau liat di timeline twitter, atau di iklan majalah traveling, atau di Instagram, dan tentu saja di Path? Saya sih sering banget. Walau ujung-ujungnya belum tentu pergi ke tempat yang kita liat itu. Mlipir dikitlaaah, liatnya foto Lombok, perginya ke Pangandaran. Gitcu. Yang penting ada pantai, laut, dan kesempatan memotret sunset. Liatnya foto hijaunya sawah di Ubud, perginya ke Garut. Begitulah kira-kira.

Kemudian saya menemukan hal yang cukup lucu. Waktu saya pergi ke waduk Jati Luhur di Purwakarta kemudian naik perahu menyebrangi danau, saya sempat memotret potongan perahu dengan langit biru ditambah dengan visual gunung dari kejauhan, cakep deh, Ketika foto itu saya upload, temen-temen pada nanya karena dikira saya pergi jauh karena pemandangannya bagus. Waktu saya mengambil foto itu, saya padahal harus ngepas-pasin kamera henpon supaya gambarnya pas bagusnya. Bukannya apa-apa, namanya juga Danau ya, ujungnya ga seluas laut kan, dan di deket situ ada tempat makan terapung yang kalau masuk frame foto, enggak banget kelihatannya.

Waduk Jatiluhur

Waduk Jatiluhur

Kedua kali saya sempat memotret sunset di sekitar Pamanukan. Waktu itu jalanan super macet, bukan sekedar macet biasa, tapi truk dimana-mana mengepulkan asap yang nggak ada sedap-sedapnya, motor berdesakan mencoba mendapatkan jalan diantara mobil-mobil yang berjajar. Diantara pemandangan ga enak ini, matahari tetep asik aja menjelang sunset, saya mengarahkan henpon saya ke atas, hanya ada sedikit bagian dari truk di bagian depan mobil saya yang tertangkap kamera, edit dikit, crop crop, voila! foto sunsetnya bagus.

Kejadian memotret sunset atau pantai juga sama aja, kadang-kadang pantainya biasa aja, bahkan ada yang kotor. Ya bagian kotornya jangan ikut difoto la ya. Miringkan henpon sedikit juga ga kena. Orang yang liat fotonya pasti mikir memang beneran bagus aja pantainya. Baru baru ini saya dikirim foto Biyan yang lagi main di lapangan rumput kompleks Angkatan Darat dekat rumah ompungnya. Fotonya bagus banget, dan kesannya lagi dimana gitu. Padahal kalo langsung liat sih ya disituuuuu belakang rumah, yang tempatnya biasa-biasa aja, yang panas bukan kepalang itu. Tapi berhubung angle ambil fotonya bagus, ya baguslah hasilnya. Pernah juga foto-foto di kuburan, ternyata hasilnya malah bagus  :)))

Piknik di Kuburan

Piknik di Kuburan

Oh kadang-kadang ada juga keadaan begini, pantai lagi penuh-penuhnya, kalo difoto pasti ga bagus, palingan disangka lagi di Ancol. Triknya? Agak menjauh dari kerumunan orang, lalu tukang fotonya harus gesit, klik klik ambil foto saat ga ada orang melintas. Voila, hasilnya kayak lagi di private beach kan? Kejadian serupa saya alami waktu foto-fotoan di Wat Pho di Bangkok, kan tempatnya selalu penuh sesak tuh ya, sampe mau motret susah deh banyak orang dan mereka biasanya bergerombol gitu. Saya sempat ambil satu foto yang pas ga ada orang, sampe tau-tau ada temen nanya “kok bisa sih Wat Pho sepi?”.

Wat Pho

Wat Pho

Pernah juga saya pergi ke tempat yang beneran cantik pemandangannya, ke hampir setiap sudut mata saya memandang, nggak terlihat cacatnya. Pas difoto, hasilnya ternyata ga beda jauh sama yang perlu diedit dikit dan crop crop crop itu tadi.

Kemudian saya berpikir. Kayaknya hidup juga nggak pernah jauh-jauh dari yang kayak gitu ya. Kita menceritakan hal-hal yang menyenangkan yang terjadi pada kita sama teman-teman, mereka melihat betapa menyenangkan hidup yang kita jalani. Ada yang ikut seneng, ada juga kali yang udahnya jadi sirik. Tapi mungkin mereka nggak melihat ‘pemandangan’ jelek yang sempat kita crop sebelum kita ceritakan pada mereka. Ada air mata disana sini, ada susah hati yang cuma bikin malu kalo dikisahkan sama orang. Akhirnya cerita kita yang bagus aja yang muncul ke permukaan. Ada yang salah dengan itu? tentu saja enggak. Adalah pilihan kita kalau kemudian nggak mau menampilkan sisi buruk dari apa yang kita alami dalam hidup.

Saya pernah ditanya beberapa teman, katanya hidup saya nampak menyenangkan, nampak baik-baik aja, banyak jalan-jalan, banyak ngumpul-ngumpul sama teman. Saya cuma senyum aja waktu itu dan bilang “kalo bagian susah memang ga gw ceritain lah, ngapain, simpen sendiri, bagi ke teman saat ketemu di japri, bukan di tempat umum kayak Path atau Facebook”.

Ujung-ujungnya emang terserah sih, mau posting foto apa adanya, mau cerita soal hidup apa adanya, terserah kamu kok.

*kemudian kembali sibuk cropping foto*

Leave a comment

Filed under Saya, Saya, dan Saya

When You Love, You Love

Life is never about changing someone we love into a kind of person we want

Life is always about tolerating, accepting whom we love no matter they might be the contrary to the kind of person that we want them to be.

Expecting someone we love to change the way we want to be is the root of all misery.

And the failure of it is one full screaming hell.

 

But when we love, we love.

 

No matter how the hassle has driven us like crazy

No matter how many sacrifices we made in the name of love

When we love, we love

 

Love might be long lasting

Love might happen continually

But we might forget, love is also as weak as those leaves falling in fall

It may shine brightly like a sun in summer and provides you those jolly moments

It may drive you crazy like when you cant handle those windy days

It may be the reason why some rainy days are too shivery for you to handle

And when it happens, you know you gotta stop

4 Comments

Filed under Saya, Saya, dan Saya