Masih Soal Food Blogger dan Segala Macemnya

Masih soal food blogger alias tukang makan ni ya. Kemaren-kemaren kan saya pernah posting soal food blogger dan ini itunya disini. Kalau waktu itu saya nulis dari sisi saya sebagai tukang makan yang kadang-kadang diundang me-review resto, sekarang saya mau coba nulis dari sisi yang punya resto, atau pedagang makanan online. Continue reading

13 Comments

Filed under Just a Thought, Makan Minum

Bali Lagi Bali Lagi

Siapa sih yang nggak suka Bali ya kan. Saya suka banget karena Bali bisa dibilang perpaduan yang pas untuk memuaskan hasrat ‘pengen liburan tanpa mikir harus pake baju apa, ga harus dandan dan bisa sendal jepitan’ dengan ‘liburan ini pengen dress up trus duduk di tempat yang lagi happening ah”. Kebayang kan ya? Di Bali bisa duduk sampe bego di pantai beralaskan kain bali, minum bir kalengan, atau air mineral botolan yang dingin kalau udah kelamaan berjemur, bisa juga dandan cantik lengkap pake catok rambut, lipstik yang hits dan mata berbinar, kalau perlu pake fake eyelashes (yang mana sampe sekarang saya belum bisa pakenya). Di Bali bisa makan di pinggir jalan tapi nikmatnya keterlaluan, pake keringetan pula. Bisa juga duduk di tempat makan yang cantik, selain makan bisa menikmati pemandangan baik interior si resto atau pemandangan di luar restonya. Yang pasti dua-duanya memiliki nilai instagram material. Continue reading

13 Comments

Filed under Saya

To a Dear Friend

I’m sure you remember those times when we used to laugh together?
I cherish those moments as I cherish having you in my life

But do you remember those difficult times when we didn’t get along with each other?
Like when I had no time for you because of work, or new friends, or when I just want to be alone?
And when you started to do some stupid mistakes and I said how stupid you were.

One thing you might forget is when I told you that you are going too far and I’m afraid you wouldn’t be able to come back even if you want to, is that these helping hands are ready to catch you in case you’re falling.. These ears are for you anytime you need them, this heart is fully open for you because you know I love you too much to be careless. Yes, though I know you will be hurt because of your own mistake.

One thing you have to be sure about me that I will not leave you just because of what you chose to face. I will give some space, as much as you need one, to give you a chance so you will see with your own heart that I do care of you.

And together we will fix what’s broken, I will walk with you during the process. Yes it will be hurt I know, but I’m sure it’s just a phase.  Because I’m sure that you, my dear friend will be smiling again like you used to do. And we will have those time we’re gonna cherish together again.

6 Comments

Filed under Saya, Saya, dan Saya

The 5 Years Old Me

Waktu menulis ini saya membayangkan lagi duduk bersama seorang teman baik, yang mungkin sudah mengenal saya selama bertahun-tahun dan tau bener seluk beluk (alah) kehidupan yang lagi saya jalani. Kami mungkin sedang duduk di sebuah coffee shop dengan design interior yang cakep. Maklum, Bandung lagi kaya akan coffee shop cantik. Duduk ngopi padahal sebetulnya alergi kafein, seperti sudah menjadi kebutuhan.

Saya kemudian akan memesan Teh Panas, atau kadang-kadang Creme Brule rasa Caramel. Teman duduk saya yang sudah-sudah selalu memesan kopi. Espresso, Piccolo, atau Cappucinno. Di umur yang hari ini persis mencapai tiga kali putaran shio kambing, saya bisa membayangkan teman baik saya ini mulai membombardir saya dengan ratusan saran yang mau nggak mau harus diakui kebenarannya.

`1. Umur udah banyak, sudah waktunya berhenti menghabiskan energi buat hal-hal yang ga perlu. Misalnya sebel sama orang. Dan bikin seneng orang sementara orangnya asik-asik sendiri.

2. Harus mulai fokus sama apa yang mau dikerjain, jangan pengen ngerjain banyak hal tapi akhirnya ga selesai semua

3. Pinter-pinter bagi waktu, supaya lebih produktif

4. Jangan apa-apa pake hati karena hati ujung-ujungnya suka bikin susah sendiri

5. Jangan gampang bikin janji kalau udahnya nggak bisa memenuhi

6. Ga usah ngulang-ngulang pergi ke tempat yang sama terus-terusan, masih banyak tempat baru yang belum pernah dikunjungi (baca : ga usah bikin rencana ke Bali taun ini)

7. Kalau susah, nggak usahlah sok sok belajar memaafkan

8. Berhenti ngulang-ngulang kesalahan yang sama, life is too short

9. Beberapa orang memang ngga usah diarepin jadi baik, bukan tugasmu juga bikin orang jadi baik

10. Berhenti berharap permintaan maaf dari orang yang nggak ngerasa salah.

11. Nggak usah sekali-kali lagi beresin masalah besar sendirian. Orang-orang yang ada di sekitar kita memang disediakan untuk menolong saat sedang kesusahan kok

Kemudian saya akan memesan Onion Rings, ga lapar tapi pengen ngunyah. Juga supaya keliatan sibuk biar teman saya ini nggak nambah-nambahin lagi list jangan ini jangan itunya.

Happy birthday, self. Be as happy as the 5yo you.

IMG_4851

5 Comments

Filed under Cinta, dan Saya

Ngapain ke Belitung, coba?

Kadang-kadang liburan yang asik itu liburan yang mendadak dan ga kebanyakan rencana memang. Seperti waktu tau-tau pergi ke Belitung kemarin itu. Intinya sih cuma karena pas Biyan masih libur sekolah dan rencana pergi bulan Februari ditolaknya mentah-mentah karena anaknya nggak mau bolos sekolah untuk pergi jalan-jalan (beda banget sama ibunya, memang).

Di luar dugaan, Belitung ternyata sangat menyenangkan dan cocok buat jadi tempat liburan keluarga, karena : Continue reading

5 Comments

Filed under dan Saya, Saya

Satu Masalah Selesai

Selama ini, saya belom pernah merasa akan jadi se-emak-emak seperti postingan berikut ini. Waktu pertama kali blogging kan karena patah hati, ya. Jadi kirain isi blog ini selamanya akan urusan cinta-cintaan dan cerita patah hati. Tapi kali ini saya mau cerita soal musuh abadi saya selama 7 tahun ini. 7 tahun artinya ya sejak punya anak sih.

Yes, seperti halnya ibu-ibu senusantara, sejak anak saya lahir saya sudah mengibarkan bendera perang sama yang namanya nyamuk. Nggak usah semacam nyamuk Aedes Aegypty yang bawa-bawa demam berdarah, sama nyamuk-nyamuk biasa pun saya benci setengah mati karena:

Continue reading

9 Comments

Filed under Saya

Kamu Nyebelinnya Sebelah Mana?

Pernah ngga kamu punya temen yang nyebelin banget. Judes, ngeselin, pokoknya kayak ga ada hal yang bagus tentang dia? Saya sih sering punya temen kayak begini. Tapi kenapa dong bisa jadi temen? Karena dia ternyata temen yang setia dengerin kalau saya curhat dan ga sembarangan ngasih pendapat, apalagi saran, apalagi judging. Jaman saya baru-baru kerja dulu, ada nih temen kayak gini, sekantor pula. Satu kantor dulu banyak ga senengnya sama dia. Tapi sebagai teman, saya punya banyak hal yang bisa saya ketawain bareng sama dia. Selera humor kami bisa dibilang satu frekuensi.

Pernah juga punya temen yang terkenal pemarah, doyan berantem, sedikit-sedikit marah sedikit-sedikit marah, tapi tau nggak, sebegitu sering saya makan bareng sama dia, belum pernah sekalipun  saya liat dia marah sama waiter/waitress. Padahal seringkali nemu tempat makan yang nyebelin, misalnya baru buka tapi udah bilang menu pesanan kamu abis. Saya sih bawaannya judes aja “lha, baru buka udah sold out ni gimana, bilang aja ga ada, jangan bilang abis”. Tapi temen saya yang pemarah ini dengan santai memilih menu lain untuk dipesan. Pernah juga menu yang dipesan salah, pesennya apa datengnya apa. Saya sempet tegang juga kirain dia bakal ngomel. Eh ternyata dimakan aja tuh, juga tanpa ngomel. Iseng, sekali waktu saya tanya kenapa dia ga pernah ngomel sama waiter/waitress. Jawabannya gampang aja dan ga filosofis sama sekali “masih banyak menu lain yang bisa dipesan”.

Pernah juga punya temen yang baik, ga pernah berantem sama orang, hubungan sama semua orang baik-baik aja. Rajin senyum, ramah dan temannya dimana-mana. Tapi kalau makan sama dia, saya suka tegang sendiri. Kalau sama waiter/waitress di tempat makan judes banget. Saya juga suka ngomel sih, tapi kalau udah salah banget. Tapi temen saya yang ini, ga usah pake salah, ngomong ke waiternya aja udah judes, ga pake senyum, ga pake ramah. Padahal dia dikenal sebagai temen yang ramah.

Yang paling ngeselin adalah kalau punya temen yang urusan horizontalnya lebih penting dibanding urusan vertikalnya sendiri. Tau maksud saya kan? Itu lho jenis temen yang ibadahnya rajin tapi urusan vertikal sama temennya banyak ga beres.

Maksud dari tulisan yang dimulai dengan racauan ini adalah, yang namanya orang, ga ada yang sepenuhnya nyebelin. Ga ada juga yang sepenuhnya baik-baik aja. Kamu akan nemuin hal yang menyenangkan dari orang yang nyebelin, demikian juga kamu akan nemuin hal yang ngeselin dari orang yang biasanya menyenangkan. Kamu akan merasakan waktu-waktu yang bikin kamu happy sama orang yang nyebelin, kamu juga akan ngerasain yang namanya sakit hati sama orang yang katanya nyenengin.

Tulisannya kayak bijak banget sih Shas. Padahal bukan lagi bijak ini sih lagi kesel sebenernya.

5 Comments

Filed under Saya, Saya, dan Saya