Kepala? Badan? Hati?

Seperti sempet saya ceritain di posting2 sebelumnya, dan yaaa sama temen2 chatting-an, belakangan ini saya lagi sibuk aja. Gaya ya. Kayak Ibu Menteri. Ya, maklum kalo mau ada event begini kan load kerjaan naek 10 kali lipet ya, nanti mungkin menurun lagi juga.

Nah, selama 2 hari ini saya belajar satu hal. Bukan belajar tepatnya, tapi diingetin. Udah tau sih sebelumnya, hanya diingetin aja. Ternyata ya, yang namanya hati itu punya porsi yang paling besar dalam mempengaruhi tindak tanduk kita sehari-hari. Dibanding kepala, hati punya setir yang lebih kenceng. Biar cape, tapi kalo hati lagi senang, rasanya semua bukan masalah. Kerjaan segunung berasa seciprit, biar deadline numpuk, orang2 complain dan segala ga beres, asal hati senang ya semua bisa beres2 aja tuh. Tapi ya, kalo lagi hati susah dan mumet dan kesel, urusan air minum tumpah aja bisa jadi fatal. Urusan salah ngasih kertas aja bisa bikin konsen buyar, semua berantakan.

Makanya, hati hati dengan hati. Dia menyetir tubuh dan pikiranmu, lebih dari yang bisa kita bayangkan.

4 Comments

Filed under Saya, Saya, dan Saya

4 responses to “Kepala? Badan? Hati?

  1. Benar sekali ibu. Benar-benar benar.

  2. pashatama

    @ Teppy : Sekarang mulai mereda nih Tep, secara event mulai berjalan. Semoga membaik terus ah, gimana kabar? udah lama banget ga chit chat…

  3. baik!!!! Minggue kemaren sama minggu ini diterpai badai tugas, pusing saya, pusinggg.
    Selain soal kerjaan, dirimu apa kabar?🙂

  4. pashatama

    @ Teppy, fine Tep, fine banget… cuma merasa kesepian karena sibuk berat ga sempet on line😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s