Yang Namanya Patah Hati

Kalau hati sudah diserahterimakan apakah kita masih disebut korban ketika dia kemudian berkeping-keping?

2 Comments

Filed under Saya, Saya, dan Saya

2 responses to “Yang Namanya Patah Hati

  1. Itulah sebabnya ada orang bijak -entah siapa- yang berkata, “jangan pernah menyerahkan seluruh hatimu kepada orang yang kau cintai.”

  2. Kan bikin mikir kannn…😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s