Nusa Lembongan Yang Bikin Betah

Sudah 141 kali rasanya saya batal berangkat ke Nusa Lembongan, pernah karena udah di Bali tau-tau ada panggilan kerjaan ke Lombok, pernah juga udah di Bali tapi partner jalan males bergerak saking mager di hotel, dan seratus sekian kali sisanya karena jadwal pergi-pergian yang nggak pernah bersahabat.

Ibu saya kemudian bilang “kalau udah terlalu sering batal pergi ke satu tempat, sebaiknya jangan pergi sekalian, khawatirnya ada apa-apa”.

Saya cuma senyum aja kemudian merencanakan weekend escape ke Nusa Lembongan seperti yang sudah saya rencanakan sejak tahun lalu.

Banyak baca artikel soal Nusa Lembongan sebelumnya, termasuk cara nyebrang ke sana. Anehnya saya nggak pernah menemukan cerita bahwa setelah sampai di dermana Jungut Batu atau Mushroom Bay, kita akan diantar pake mobil ke hotel. Saya kira, abis dari dermaga situ harus langsung cari sewaan motor untuk jalan ke hotel. Makanya tadinya sempat khawatir bisa ga ya bawa koper pake motor. Pasalnya, sebelum ke Nusa Lembongan saya sudah hampir seminggu di Bali dan saya sama sekali bukan light traveler, koper aja bukan yang kecil kok.

Menyeberang dari Sanur, saya dapet boat namanya Glory. Harganya 550.000 pp per orang, udah termasuk jemput di hotel sekitaran Kuta, Seminyak, Sanur dll, nyebrang 30 menit ke Jungut Batu, dan mobil buat nganter ke hotel kita di Nusa Lembongan. Kata temen-temen sih bisa aja naik public boat cuma 100 ribuan. Bahkan ada yang bilang juga harusnya tarif itu masih bisa ditawar terutama untuk wisatawan domestik kayak kita. Yah walaupun wajah sih lebih cocok dibilang turis Hongkong.

Setelah sampai di Jungut Batu, kita kemudian naik mobil pick up dengan kursi ala angkot yang terbuka. Mobil semacam ini pernah saya tumpangi waktu di Krabi, Thailand dulu. Samalah, isinya bule-bule backpacker-an gitu juga. Di Nusa Lembongan nggak ada mobil lain selain mobil jemput-jemputan ini. Yah kali ngapain juga pake mobil secara pulaunya kecil dan kemana-mana deket jadinya.

Naik mobil jemputan ini aja udah adventur sendiri, yang bawa mobil kayaknya berambisi jadi pembalap. Jalan lurus, belok, beraspal maupun berbatu-batu, ditempuhnya dengan kecepatan yang sama alias ngebut. Berhubung lagi liburan, kita ketawa-ketawa aja.

DSCN0652

Jalan utama Nusa Lembongan sih beraspal rapi, tapi sebagian jalan terutama yang masih sepi sih berbatu-batu. Kemana-mana kita naik motor, sewa antara 70-80 ribu seharian. Harganya masuk akal banget, apalagi udah termasuk petrol (disana, bensin disebut petrol). Sebagai perbandingan, di Gili Trawangan sewa sepeda seharian harganya 40ribuan, di Derawan 35 ribuan juga sepanjang hari dan di Nusa Dua 120 ribu PER JAM. Maap masih emosi.

Kebetulan hotel saya adanya di pojok pulau, mentok ga ada jalan lagi. Menuju ke sana harus lewat pohon-pohon yang kalau malam yuk dadah yuk babay gelapnya. Tapi ga usah khawatir sih, karena jalannya ga banyak bercabang jadi asal nggak naik motornya sambil ngelamun sih pasti ketemu jalannya.

Hotel saya kemarin namanya Poh Manis Lembongan. Jatuh cinta sama pemandangan dari kolam renangnya yang ala-ala infinity pool itu.

Poh Manis

Poh Manis

Kamarnya pun asik, begitu buka pintu langsung madep laut yang pemandangannya sunrise. Pas di Bali kan mau liat sunrise nyetir dulu ke Sanur tuh jam 4 pagi, disini cuma tinggal buka pintu aja.

Sunrise pagi itu

Sunrise pagi itu

Yang istimewa dari Poh Manis adalah service nya. Semua orang yang kerja disitu ramah dan sincere banget, sangat helpful. Waktu saya memutuskan extend dan harus mindahin jadwal jemput boat, mereka dengan senang hati nelponin boatnya untuk reschedule jemputan. Dan pada sincere seneng gitu karena kita extend. Sarapannya juga oke kok, ga banyak pilihan memang, tapi cukup banget untuk mengisi perut sebelum berkeliling-keliling pulau.

Trus ngapain aja sih di Nusa Lembongan?

  1. Biar kayak turis, saya sempetin main ke yang namanya Gala-gala Underground House

Jadi ini kayak rumah bawah tanah gitu ya, menurut yang jaga sih suka dipakai untuk meditasi. Kalau mau masuk bayar Rp. 10.000 aja. Masuknya mesti nunduk-nunduk banget karena terowongannya pendek banget, kayak goa gitu.

2. Nengok yang namanya The Devil’s Tears

Kalau kamu kayak saya yang udah pengen pergi ke Lembongan sejak lama, tentunya kamu udah sering liat yang namanya The Devil’s Tears di Instagram, di Google atau dimana pun. Dan saya udah tau sih “oh bentukannya kayak gitu”. Tapi pas beneran kamu berdiri disitu, wuih, gambar di Instagram tuh ga ada artinya lah, ombaknya super kenceng, suara ombaknya menderu, makes you feel small.

3. Sunset-sunsetan di The Sunset Villa

Setelah berhari-hari menikmati sunset dari pantai Double Six, Legian dan Canggu, saya tentu saja pengen sesuatu yang berbeda, duduk di deck nya The Sunset Villa dan menikmati matahari tenggelam dengan pendar warnanya (cie, udah cocok jadi penyair belom?).

Selain pemandangannya yang sinting cakepnya, asiknya The Sunset Villa ini juga didukung dengan harga minuman dan makanannya yang sangat masuk akal, plus spring roll nya yang enak banget!

4. Bersampan-sampan di Mangrove Forest

Partner jalan saya kemaarin menolak waktu saya ajak “naik perahu yuk di hutan bakau”. Maleslah, katanya, mending cari tempat duduk yang enak dan kita ngelamun lagi. Tapi nasib akhirnya membawa kami ke hutam bakal yang lahannya mengambil hampir sepertiga lahan dari Nusa Lembongan sendiri. Gara-garanya sih keasikan naik motor dan tau-tau sampe di area Mangrove Forest, bayar 3000 per orang untuk masuk, dan 50ribu untuk sewa sampan. Untung saja kami tak melewatkan pengalaman bersampan di hutan bakau ini, pemandangannya bagus, suasananya sepiiii sampai kamu cuma bisa denger suara air dan kicau burung. Mendadak romantis.

Jalan menuju Mangrove Forestnya sendiri aja udah menarik, suasananya beda banget sama area Lembongan yang lain, padahal jaraknya kan ga jauh-jauh.

5. Ngopi di Bali Eco Deli

Mentioned as the best coffee in the island, makanya kita sempetin untuk duduk di situ dan minum kopi yang emang beneran enak ternyata. Bali Eco Deli ini, sesuai namanya, adalah kedai kopi yang eco friendly. Mereka ga jual air mineral botol plastik, kalau perlu air putih ya bawa botol sendiri, bisa refill disitu. Menunya berkisar dari kopi dan aneka juice plus salad, dan beberapa makanan lain. Kopinya seriusan enak. *diulang*

6. Bengong sampe bego di The Deck Lembongan

The Deck ini juga salah satu tempat yang sudah saya tandain kalau saya ke Lembongan. Penyebabnya tentu saja karena akun Instagramnya yang selalu hadir dengan foto-foto yang bikin kita pengen ikutan duduk disitu. Silakan lho difollow : @thedecklembongan.

The Deck terletak di daerah Jungut Batu, dimana emang banyak kafe dan tempat makan plus penginapan yang bikin betah. Ah Shasya asal deket air aja pasti betah.

Satu hal yang perlu diingat dari Lembongan adalah disana ngapa-ngapain nggak usah terburu-buru, ya karena tempatnya ga se hectic Seminyak juga. Nggak usah mikir macet, nggak perlu mikir takut ga kebagian spot sunset yang bagus karena penuh sesak, nggak perlu juga reservasi cuma buat makan malam. Di Lembongan semuanya dibikin santai, saya sih mau aja kalau diajak 4-5 harian lagi disana. Apa daya kerjaan memanggil-manggil.

Oya, soal makan apa di Lembongan, nanti saya tulis di surgamakan.com aja ya. Nanti tapi yah, sabar. Ini juga ga berhasil tertulis semua disini kok, masih banyak tempat yang bisa didatengin di Lembongan. Kalau mau liat-liat fotonya, silakan ke IG saya di @pashatama ya🙂

Oya ini beberapa tips (alah, tips) buat kamu yang mau pergi kesana :

  1. Nyebrang bisa via Sanur dan Benoa, cari-cari aja jadwal dan harga yang cocok sama kamu. Saya sih kemarin naik speed boat Glory dengan harga Rp. 550.000 pp. Kalau niat pake public boat yang lebih murah, kelihatannya bisa go show juga, asal ga lagi peak season, kayaknya sih akan selalu dapet kapal untuk nyebrang kok. Durasinya 30 menit dengan ombak yang sangat bersahabat.
  2. Kalau mau nginep di tempar yang ga terlalu sepi, bisa cek-cek daerah Jungut Batu, saya sempet lihat Ware-Ware, D Camels Lembingan, Tigerlillys yang kelihatannya cukup menyenangkan. Kalau pengen yang sepi-sepi silakan ke Poh Manis Lembongan (very recommended), Sunrise Hut, atau Sedok Jineng.
  3. Hampir semua cafe/resto/hotel di Lembongan punya akses wifi dengan kecepatan yang menyenangkan. Makin betah kan? Kan.
  4. Makanan sangat mudah ditemui dengan harga yang beragam dan masuk akal.
  5. Selalu bawa peta saat meninggalkan hotel, akan berguna buat cari tempat nongkrong dan tempat makan
  6. Follow beberapa akun Instagram soal Lembongan biar makin penasaran pengen ke sana : @thelembongantraveler, @thedecklembongan, @pohmanislembongan, @lembonganisland, @dcamelshotelslembongan, @tigerlillyslembongan dll dll

Kamu jadi pengen ke Lembongan nggak sih?

IMG_1332

16 Comments

Filed under Saya, Saya, dan Saya

16 responses to “Nusa Lembongan Yang Bikin Betah

  1. Wah cakep nih pulau. Buat bersunyi-sunyi enak kesini.

  2. Cakep banget bakal jadi tempat kabur tahun depan nih

  3. Wah tempat yang cocok buat ngabur.
    *masukin list*

  4. Mau banget!!! Duh apalagi liat foto yang terakhir itu gak kuku bangeeet.

  5. indah bangte dna rasanya sunyi🙂

  6. Itu nyewa sepeda di Nusa Dua dimananya Ci? Anjaaayy harganya sadis banget😆

  7. Serunya kalao di sini naik mobil bak terbuka. Ngelewatin jalan kecil yang agak rusak hehehhe. Waktu ke sini hanya singgah ke Goa Gala-gala sama lihat Rumput Laut🙂

  8. Pingback: Kata Shasy.......

  9. Pingback: 9 Hal Yang Bikin Jatuh Cinta Di dan Pada Nusa Penida | Kata Shasy.......

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s