A Royal Pain – Semacam Resensi

Untuk seorang Bronte Talbott, yang namanya cinta mungkin adalah nomor satu. Dengan mudahnya ia pindah ‘menyusul’ pacar barunya ke Texas, meninggalkan kehidupan dan pekerjaannya yang stabil di New York.

IMG_1933

ps : buku saya selalu keriting karena selalu ‘diajak’ kemana-mana.

Ketika hubungan itu tidak berhasil (seperti sudah saya duga ketika pertama kali selesai membaca bab satu buku ini), Bronte kemudian seperti hilang arah. Yah namanya juga patah hati, kayak kamu nggak pernah ngalamin aja.

Mana tau dalam prosesnya mengobati patah hati ia kemudian diketemukan (oleh takdir, oleh siapa lagi) dengan seorang bangsawan muda Inggris bernama Max Heyworth. Yes, bangsawan beneran dengan gelar Duke di depan namanya. Proses Bronte mengetahui bahwa pacarnya ini seorang Duke menjadi sebuah rangkaian cerita menarik lainnya.

Pacaran dengan seorang duke tentu saja tidak mudah. Walau Megan Mulry menjadikan cerita ini hampir seperti kisah cinta seribu satu malam, ada banyak cinta bertebaran, adegan sayang-sayangan mendominasi buku ini. Saya sampai membalik cover sejenak untuk memastikan ini Chiklit dan bukan Harlequinn.

Pacaran dengan seorang Duke ternyata nggak bikin semuanya jadi lebih gampang buat Bronte. Masalah ada aja dari perihal calon ibu mertua yang selalu meradang (ini sih nggak pacaran sama bangsawan juga begini masalahnya), masalah jarak New York-London yang dibuat mudah oleh Max dengan TIGA KALI bolak-balik hanya karena bimbang pas lagi marahan, dan masalah-masalah lain yang sering ditemui di hubungan cinta antara sepasang manusia biasa, nggak usah sama bangsawan.

Ringan, menghibur, dan bikin kaum hopeless romantic melayang-layang adalah gambaran yang tepat untuk buku berjudul A Royal Pain. Saya sih suka, walau durasi bacanya lama, sempat dibawa ke Jogjakarta, sempat juga dibawa ke Bali sebagai formalitas dan biar keliatan sibuk padahal bacanya cuma pas mau tidur aja.

Nama Megan Mulry juga baru terdengar setelah buku ini. Nggak tau ya kalau sebelumnya sudah pernah menerbitkan buku serupa. Yang pasti saya sih baru punya satu buku ini karangannya.

Tapi yang namanya Chicklit kan memang selalu menghibur. Setelah A Royal Pain, sekarang ada buku The Rosie Project di tangan saya. Entar ya resensinya

4 Comments

Filed under Buku, dan Saya, Saya, Saya, dan Saya

4 responses to “A Royal Pain – Semacam Resensi

  1. Awwwwww kirimin buku lagi! Udah lama ya enggak kirim. Tunggu, ada judul baru. Keknya lucu.

  2. Kayaknya seru ya. Mau baca juga jadinya😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s