Menyepi Bareng Sepi Saat Nyepi di Bali

Ya iya namanya Nyepi ya pasti sepi. Tapi taukah kamu betapa riuhnya sehari sebelum nyepi di Bali? Semua tempat makan penuh, supermarket dipenuhi turis-turis yang tau bahwa keesokan harinya mereka nggak bisa lagi belanja dan makan-makan di luar.

Tahun ini saya memutuskan ingin coba yang namanya Nyepi di Bali bersama beberapa orang teman meskipun rencana liburan kali ini lumayan dapat banyak tanggapan serupa “hah? ke Bali pas Nyepi? Ngapain? Kan nggak bisa ngapa-ngapain?”

“hah? yang di Bali aja biasanya Nyepi-escape kok ya lu malah terbang ke Bali”

dan ratusan (mulai lebay) pertanyaan lainnya yang kami tanggapi dengan senyum-senyum simpul seperti abg baru dapat salam dari gebetannya.

Sehari sebelum Nyepi, kami pergi belanja bahan makanan ke supermarket. Suasana bisa dibilang chaos sih karena orang-orang kayak takut kekurangan makanan akhirnya semua makanan dibeli. Rak bagian pasta mulai menipis persediaannya. Daging-daging beku mulai susah ditemui. Dan buah-buahan juga mulai susah pilih yang bagus. Yang namanya mie instan udah jangan ditanya. Setengah Bali mungkin makan mie instan pas hari raya Nyepi.

Beres belanja, kami menuju Ubud padahal posisi menginap masih di Seminyak-seminyak juga. Ngapain ke Ubud?

Mau nonton karnaval atau pawai Ogoh-ogoh!

Walaupun di semua daerah ada pawai tersendiri, kami sengaja pergi jauh ke Ubud karena gosipnya pawai di sana cenderung lebih meriah dan Ogoh-ogohnya juga lebih variatif dan menarik (ini dibenarkan teman saya, Pino dari @kapanlibur yang nonton pawai ogoh-ogoh di Kuta).

Perjalanan ke Ubud sudah mulai sulit. Beberapa ruas jalan sudah mulai ditutup untuk persiapan pawai. Untungnya Pak Putu, driver kami yang orang lokal Bali pandai juga mencari jalan hingga sebelum hari mulai gelap kami sudah sampai Ubud.

Kelar makan siang saya sempat menemui seorang ogoh-ogoh teman baik yang sekarang bermukim di Ubud,

IMG_9701

Ada yang inget pria langsing ini siapa?

Sekitar menjelang maghrib, mulai terdengar suara riuh dari luar coffee shop tempat kami duduk, ngopi, bertukar cerita, bertukar gosip dan bertukar pandang. Rupanya pawai ogoh-ogoh yang dinanti sudah akan segera mulai. Teman saya ini jalan duluan katanya mau beli makanan, dan saya masih buka laptop melototin deadline yang memanggil-manggil.

Suara di luar makin keras kemudian saya tutup laptop dan berlari keluar. Waw Jalan Monkey Forrest udah tertutup sama lautan manusia dan ogoh-ogoh pun mulai nampak dari ujung jalan.

Sebentar, kebayang kan ogoh-ogoh ini apa dan gimana bentuknya?

Ogoh-ogoh adalah patung/boneka besar yang dibuat masyarakat setempat dalam rangka menyambut hari raya Nyepi. Ogoh-ogoh ini dibuat dalam sosok yang menyeramkan seperti Bhuta Kala dan sama sekali jauh dari cantik. Maksudnya adalah untuk menggambarkan sifat manusia yang tidak selalu baik. Beberapa ogoh-ogoh dibuat tanpa tangan, atau tanpa kaki untuk menggambarkan kekurangan kita sebagai manusia. Ada juga ogoh-ogoh yang dibuat menggambarkan beberapa tokoh politik yang kelakuannya memang tidak bisa dibanggakan.

Ogoh-ogoh dibuat dan diarak per banjar atau desa. Beberapa banjar yang memiliki banyak anak kecil sengaja membuat ogoh-ogoh kecil supaya mereka bisa ikutan dalam arak-arakan ini. Kalau ogoh-ogoh yang besar kan berat banget!

Ini adalah hasil jepretan Yanty Hardy, teman saya yang fotografer handal itu. Selain kamera dari henpon saya kurang mumpuni untuk menangkap benda bergerak (kebiasaan cuma dipake buat motret makanan), sayanya sendiri juga terlalu hanyut menikmati suasana yang ramai malam itu.

Seru kan? Buat saya sendiri bukan ogoh-ogohnya yang bikin suasana malam itu tak terlupakan. Tapi teriakan-teriakan penuh antusias dari warga masing-masing banjar/desa yang kelihatannya senang sekali. Maklum, untuk mereka acara ini kan serupa malam tahun baru.

Waktu malam semakin larut, pawai ogoh-ogoh pun semakin meriah ;

Dan bukan cuma pawai ternyata, ogoh-ogoh ini kemudian dipertunjukkan juga di alun-alun Ubud. Acaranya semakin meriah, penduduk semakin banyak berdatangan, agak kontras dengan suasana esok hari yang langsung sepi.

Lalu bagaimana dengan hari Nyepi nya sendiri? Ya sepi lah jek.

Kebetulan saya dan teman-teman menginap di sebuah villa private yang posisinya menjorok ke dalam gang dengan tembok yang lumayan tinggi. Villa nya dilengkapi kolam renang pula, jadi dengan suara nyaris berbisik-bisik agar tak mengganggu mereka yang sedang menyepi, kami menghabiskan waktu berenang, masak dan ngobrol sepanjang hari. Ingin juga keluar ke jalan untuk melihat sepinya Bali. Tapi kalau kemudian ditangkap pecalang, males juga ya๐Ÿ™‚

Akhirnya kita berenang-renang di kolam sambil main angsa-angsaan yang sengaja dibawa dari Bandung :

Dan kemudian dilanjut dengan foto-fotoan pula

Oh btw, saya kemaren sempat bertanya-tanya, kalau ada warga atau turis yang tertangkap pecalang sedang berjalan-jalan pas hari Nyepi, kemudian akan diapain ya? Akankah dipidana kayak warna Brunai yang ketauan tidak berpuasa? Ada yang tau jawabannya?

Sehari setelah Nyepi saya kemudian memisahkan diri dengan rombongan kesayangan yang ini. Soalnya saya mau ke……entar saya pasti posting lagi cerita lengkapnya. Yang pasti perpisahan pagi itu lumayan seru bikin ketawa-ketawa dengan lantunan lagu ala AFI mengiringi saya yang dadah-dadah bawa koper ;

Seru banget memang ke Bali bareng rombongan yang satu ini, terima kasih :*

IMG_0460

Ternyata, yang bikin lumayan repot adalah satu hari setelah Nyepi. ATM ga ada yang jalan! hahaha. Saya dan Pino @kapanlibur sampe keliling-keliling mencari ATM yang jalan, pasalnya uang cash kami semakin menipis! Ternyata pas Nyepi kan dimatiin tuh semua ATM, dan dinyalakan secara berkala alias mencicil, jadi yaaaa better prepare uang cash secukupnya ya kalau tahun depan kamu mau mencoba menyepi di Bali.

Yang sangat saya ingat dari hari Nyepi kemarin adalah di siang hari langit cerah secerah-cerahnya. Warnanya biru dengan hanya sedikit awan menggantung.

IMG_9782

Malam hari malah lebih terasa lagi. Langit bersih tanpa awan. Bintang berserakan sampai ga terhitung, lebih asik lagi menikmati langit di pinggir kolam sambil makan Chitato yang bukan rasa Indomie Goreng. Nyepi tahun ini memang terasa istimewa karena berbarengan dengan adanya fenomena Gerhana Matahari Total di beberapa daerah di Indonesia. Sambil menikmati sepinya Bali, saya sambil ngintip timelinenya Satya Winnie dan Yuki Anggia yang ada di Ternate, dan Tika, juga Bolang alias Lostpacker yang ada di Palembang. Oh ga ketinggalan Cumi sexy yang satu ini juga ada di Palembang kemarin.

Lalu, akankah tahun depan atau tahun-tahun selanjutnya saya mau nyepi pas Nyepi di Bali lagi? Kayaknya iya! Tapi saya akan pulang satu hari setelah Nyepi soalnya ya itu tadi, ATM belum berfungsi normal dan masih banyak tempat makan yang tutup terutama kalau yang jualannya orang Bali. Jadi rencananya sih ke sana beberapa hari sebelum festival ogoh-ogoh, nyepi di sana sehari kemudian pulang setelahnya. Saya pengen banget ngajak Biyan untuk nonton festival yang cuma setaun sekali ini.

PS : thank you, Yanty Hardy untuk pinjeman fotonya yang cakep-cakep

13 Comments

Filed under Cinta, jalan-jalan, life, Saya, Saya, Saya, dan Saya, traveling

13 responses to “Menyepi Bareng Sepi Saat Nyepi di Bali

  1. Yanty Hardi

    Ahaha…ada saya juga…terimakasih cerita serunya…ditunggu lanjutannya

  2. Looohh yg rambutnya diombre biru itu Cc toh? Kirain siapaaa ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

  3. Sashyyyy.. To answer your question, untuk warga non-Bali yang ketangkep pecalang pas Nyepi katanya sih dikasih hukuman bersihin banjar selain denda yang bervariasi jumlahnya (tergantung area dan banjar hehe).. Tapi itu juga aku katanya siiih๐Ÿ˜€

  4. aku juga selalu penasaran pengin ke Bali pas Nyepi, semoga bisa tahun depan, hehe.

  5. Ay! ihiy, kita nyepi bareng ya di Bali tahun ini, meski Ay di Ubud, dan aku di Kuta. Meski ogoh ogoh yang di Ubud lebih bagus dari yang di Kuta *lalu aku nyesel kenapa malah pindah ke Kuta* :))

    Dan bener, nyari ATM sehari setelah Nyepi itu PR banget. Pas ketemu, langsung diserbu sama semua orang. Berfoto di ATM deket Sanur itu kebanggaan tersendiri hehehehe.

    Anw, terima kasih untuk ngobrol pagi pagi dan secangkir cappucino Revolvernya, pas banget untuk memulai hari dan bikin Siska iri :)))
    Semoga kita bisa jalan jalan bareng ya Ay!

    • Pashatama

      Aaaay baru baca komennya yang ini.

      Iya harusnya kita nonton ogoh2 bareng kayaknya seru yaaa….

      kapan2 kita mesti jalan bareng ay, kan janjian pake backpack bareng :*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s