Cari Jodoh (yang serius) Lewat Woo. Kenapa Nggak Dicoba?

Jaman dulu saya suka becandaan sama seorang teman. Mereka yang jomblo di umur yang sebetulnya sudah cukuup untuk menikah itu ada 2 macam ; yang satu jomblo karena nasib, yang kedua jomblo karena pilihan. Di Twitter pun sempat beredar hashtag #JombloRidho dan #JombloTakRidho.

Maksudnya sih bahwa ada orang yang memang memilih untuk stay single, ada pula yang sebetulnya nggak mau single-single terus tapi gimana dong jodohnya kok ya belum ada.

Perihal jodoh memang sulit-sulit sedap sih. Bayangkan, kita kepengen ada orang yang asik diajak ngobrol, punya minat dan hobby yang masih nyambung dan ga jauh-jauh, kalo bisa sekota biar gap using lagi nanti perihal LDR nya dan sebagai bonus pengen dong ya punya jodoh yang good looking. Mau ketemu setiap hari mbok ya cari yang enak dipandang kan?

Ngomongin fisik biasanya suka jadi pada sensitif, hehe. Good looking itu buat saya pribadi ga selalu harus ganteng atau cantik fisik kok. Yang penting enak dilihat, nggak dekil, berpenampilan sesuai lokasi dan situasi, bersih, dan kalaupun nggak wangi-wangi amat ya minimal jangan bau.

Tuh kan, betapa sulitnya cari jodoh! Apalagi mereka yang sudah ada di umur-umur matang, biasanya makin susah cari jodoh karena kelamaan ngabisin waktu di kantor, ngurusin kerjaan, ketambahan lagi standar cari jodohnya makin lama makin tinggi alias makin selektif. Tanpa sadar umur nggak lagi menunggu dan jodoh masih belum nampak batang hidungnya.

Banyak hal yang dilakukan mereka yang lagi usaha mencari jodoh, paling sederhana adalah dikenalin sama teman atau sama keluarga. Ujung-ujungnya banyakan nggak cocok karena kadang baik teman atau keluarga sendiri juga nggak tau persis kita maunya yang kayak gimana. Dan kan it’s not like they have many stocks of jodoh juga. Jadi paling ada yang single, jodohin. Probability cocok : saya perkirakan sekitar 2%.

Ada juga yang kemudian bergabung di komunitas hobby tertentu. Kalau hobbynya motret trus ketemu orang yang sama-sama suka motret juga, eh siapa tau jodoh. Yak, sekali lagi belum tentuuu. Karena hidup ternyata bukan cuma perihal hobby bukan? Bisa aja pas pergi main dan motret sih cocok tapi pas ngadepin masalah hidup, satu kesana satu kemari, ndak cocok blas.

Ada lagi nih yang mencoba mencari peruntungan lewat social media. Twitter, Facebook, apalah sebut saja. Intip profile picture nya, cakep, kemudian follow, kemudian timpal-timpalan dan ternyata nyambung, asik! Lalu kopdar. Pas ketemuan ternyata orangnya beda banget di online dan offline. Pas ngobrol online seru, pas ketemuan offline diem aja sampe diajak kencan kayaknya lebih suka menatap gelas ice lemon tea nya dibanding pandang-pandangan sama teman kencannya. Percayalah ini kejadian nyata.

Yang usaha mencari jodoh online pasti kemudian akrab dengan beberapa situs pencari jodoh yang belakangan banyak beredaran di internet, atau yang biasa disebut dating app. Tapi kemudian seorang teman curhat sama saya, sejak dia bergabung di situs-situs semacam itu, jodoh sih masih jauh batang hidungnya, tapi yang ngajak kencan-kencan iseng berhamburan. Marilah kita sepakati bahwa situs-situs semacam ini ternyata juga nggak pas buat mencari jodoh serius. Belakangan kita suka ketawa-ketawa karena menemukan profile beberapa teman yang sudah menikah ternyata terdaftar pula di situs tersebut! Entahlah apa motivasinya

Kemudian hadirlah Woo sebagai matchmaking app baru. Kalau kamu seperti saya yang kira-kira 3 bulan lalu baru pertama kali mendengar soal Woo, jangan khawatir, aplikasi ini memang belum lama diluncurkan. Saya iseng mendaftar, pengen tau gimana cara kerjanya dan inilah yang saya dapatkan ;


Yes yes yes, kalau kamu sudah menikah, kamu nggak diharapkan bergabung di Woo. Kenapa? Karena Woo adalah tempat pencarian pasangan hidup, bukan temen buat iseng-iseng. Di Woo, kamu akan menemukan yang namanya “Tag Search”,

Screen Shot 2016-04-30 at 11.44.00 AM

artinya kamu bisa mencari orang yang memiliki minat yang senada dengan kamu, mencari mereka yang tinggal di kota yang sama dengan kamu (just in case udah males LDR-an kali ya), bisa juga mencari tipe dan bidang pekerjaan sampai ke agama.

Itu pertama. Yang kedua, ada fitur untuk Tanya Jawab. Yah meskipun jangan memperlakukan calon jodoh seperti calon karyawan yaaa, tapi setidaknya dengan fitur ini kamu bisa mendapatkan gambaran terhadap calon jodohmu kan.

Screen Shot 2016-04-30 at 11.46.07 AM

Ketiga, kamu bisa ‘menandai’ profile seseorang yang kamu suka. Misalnya nih, udah nemu profile yang kayaknya oke tapi kamu belum punya waktu untuk mengajaknya berkenalan, tandain aja dulu, nanti kalau sudah sempat, bisa dengan mudah dikunjungi lagi kan?

Keempat, ada fitur voice recording selama 7 detik untuk kamu tampilkan di profilemu. Jadi yang nanti liat-liat profile kamu selain bisa liat foto bisa juga mendengar suaramu.

Kelima, ada yang namanya fitur Crush. Dengan fitur ini kamu bisa berkirim oesan walaupun belum dinyatakan berjodoh. Di dunia offline, ini namanya penjajakan kali ya

Dan yang keenam, ada fitur yang namanya Boost. Berguna banget kalau kamu mau jadi sorotan selama sehari penuh. Profile kamu akan muncul di Woo dengan sorotan istimewa, beda dengan profile orang lain.

Saya sih kebetulan sudah menikah. Tapi menurut saya, matchmaking app serupa Woo ini beneran bisa menolong kamu yang lagi cari jodoh. Karena kebetulan saya anaknya romantis namun logis. Artinya saya ingin menemukan jodoh yang cocok dengan saya dari sisi minat (supaya ngobrolnya nyambung), ingin menemukan jodoh yang ada di satu kota sama saya (nggak pengen ngalamin yang namanya LDR), tapi ingin juga menemukan jodoh yang bisa membuat saya deg-degan cuma karena memikirkan dia, yang bikin saya mikir 3 jam mau pake baju apa kalalu saya mau ketemu sama dia. Dengan fitur-fitur yang disediakan Woo, kelihatannya keperluan keperluan mencari jodoh ini sudah dapat difasilitasi.

4 Comments

Filed under Cinta, dan Saya, Family, Friends, Info Aja, Just a Thought, life, Saya, Saya, Saya, dan Saya

4 responses to “Cari Jodoh (yang serius) Lewat Woo. Kenapa Nggak Dicoba?

  1. Skr gampang ya karena ada app nya dulu harus lewat website kan hehe. Aku penasaran bgt sebenarnya cr kerja apps2 ini tp bisa ditoyor si Matt kalau donlot haha

    • Pashatama

      haha, aku juga penasaran banget tapi Woo tak memperkenankan yang udah menikah untuk bergabung. Ya bagus juga sih ya. Apa kita perlu bikin alter akun? : )))

  2. Hebat banget Woo-nya lgsg “usir” kita kalo udah married 😂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s