No Malls on Weekend. Why?

Sejak kecil dulu, saya memang membiasakan Biyan untuk banyak main di luar rumah. Selain karena rumahnya nggak luas (nggak bisa main sepak bola atau main volley di dalam rumah), juga saya percaya bahwa anak yang lebih banyak main di luar rumah tentunya akan lebih banyak juga pengalamannya ya kan.

Apalagi saya juga menerapkan prinsip “no malls on weekend”. Jadi kami nggak pernah pergi ke mall kalau weekend. Aduh masuknya aja penuh, belom cari parkirnya, belom bayar parkir bisa puluhan ribu, mau makan penuh, toilet penuh argh!

Jadi kalau weekend anaknya dibawa kemana Bu?

Oh banyak

Kadang-kadang kita trekking-treking-an. Kebetulan di Bandung ada beberapa track buat trekking yang lumayan ga terlalu jauh. Misalnya waktu kita nyoba jalan dari Maribaya nembus ke Dago. Bagian naik ojek karena kecapeannya ga usah diceritain lah ya.

maribaya
Ada lagi satu weekend kita pergi ke Garut, nginep semalem kemudian besokannya kita mandiin kerbau, jalan-jalan ke sumber panas alami, lalu main-main ke Candi Cangkuang yang nyebrangnya berakit-rakit ke hulu berenang-renang ke tepian.

kerbau1

kamojang

Rakit

Apa lagi? Banyak! Bisa berenang, naik kuda, jajan-jajan, dan lain-lain. Saya bahkan baru saja mendaftarkan Biyan untuk ikutan club trekking tiap Sabtu, jadi bisa trekking seminggu sekali bareng temen-temen baru yang bukan dari sekolah yang sama, selain sehat dan seru main di luar juga punya temen-temen baru kan.

Belakangan request nya mulai aneh-aneh, pengen flying fox di hutan, “bukan yang flying fox mainan kayak anak kecil!”, gitu katanya. Pengen camping beneran, pengen menyusuri sungai pake tali, pengen manjat pohon dan banyak lagi permintaannya yang belum pernah saya dengar sebelumnya. Ternyata oh ternyata semuanya karena dia lagi seneng nonton Taro Rangers di RCTI itu lho, acara yang menampilkan keseruan anak-anak bertualang di alam, semua kompak berbaju garis-garis merah dan bersama-sama mereka menaklukkan banyak tantangan.

Karena penasaran akhirnya sekarang tiap hari Minggu saya ikutan duduk manis depan televisi. Ternyata emang seru sih, sekumpulan anak-anak diajak bertualang di sungai, di hutan, dan itu pake nginep-nginep tanpa orang tua. Whoaaaa kalaupun Biyannya mau kok ya saya yang resah ditinggal anak menginap ya? Kadang-kadang serunya nonton Taro Rangers ini juga ketambahan seru liat reaksi si Biyan sih. Suka greget-greget gitu dia kalau lihat salah satu ranger mau jatuh ke sungai, misalnya. Atau usaha menyelesaikan tantangan yang makin lama makin susah. Kayaknya kalau bisa dia maunya masuk TV dan ikutan petualangan kayak begitu.

Seru memang ya jaman sekarang, jaman saya kecil dulu sih mana ada nih program beginian untuk melatih anak-anak bersahabat dengan alam sekaligus jadi tangkas begini. Yang ada juga kelilingan main sepeda di komplek jemput-jemputin temen. Atau paling banter main lompat tali. Kalau dari kecil dulu ada acara beginian, kayaknya saya bakal merengek juga sih ke orang tua minta ikut didaftarin. Apalagi dengan bonus udahnya masuk TV, wihiiiii, bisa beken!

Selama belom bisa bergabung dengan Taro Ranger di arena petualangan mereka yang seru, Biyan saya ajak bertualang sendiri dulu deh ya

DSCN2841

4 Comments

Filed under Cinta, Family, Just a Thought, life, Saya, Saya, dan Saya

4 responses to “No Malls on Weekend. Why?

  1. Iya, saya juga setuju untuk sering sering mengajak anak2 saya main seperti ini. Biar pergaulannya lebih luas, punya cerita lebih bervariasi dalam keseharian mereka.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s